Transaksi QRIS Capai Rp2,18 Triliun, Kaltim Penggerak Utama Transaksi Digital di Pulau Kalimantan

diterbitkan: Selasa, 16 Desember 2025 09:30 WITA
Ilustrasi

SAMARINDA – Transaksi dengan metode pembayaran QRIS di Kalimantan Timur mencatat lonjakan signifikan sepanjang tahun, dengan total nilai transaksi menembus Rp2,18 triliun. Capaian ini menempatkan Kaltim sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan transaksi digital tercepat di Indonesia.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, menyebut peningkatan itu tidak lepas dari penguatan kerja sama antara BI dan perbankan dalam memperluas ekosistem pembayaran digital. Ia menegaskan, perkembangan QRIS di Kaltim kini bergerak jauh lebih agresif dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Baca juga  Sektor Pajak Loyo Target PAD Berau Jeblok, Hanya Capai 80 Persen dari Target

“Transaksi QRIS itu mencapai Rp2,18 triliun di Kaltim, bahkan untuk Samarinda saja, mencapai Rp864 miliar,” ujar Budi.

Tidak hanya dari sisi nilai, frekuensi transaksi juga melonjak drastis hingga 164 juta kali per Oktober, menunjukkan penggunaan QRIS yang semakin melekat dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Budi menjelaskan, kehadiran fitur teknologi baru seperti QRIS Tap yang memungkinkan transaksi cukup dengan mendekatkan perangkat tanpa memindai kode juga bakal mempercepat pertumbuhan. Fitur tersebut dinilai sangat relevan untuk mempercepat layanan ritel, terutama di pusat perbelanjaan dengan intensitas transaksi tinggi.

Baca juga  Kaltim Kian Digital! Pengguna QRIS Tembus 850 Ribu Orang, BI Catat Uang Masuk Rp2,9 Triliun

Menurutnya, inovasi digital ini bukan hanya mempermudah pembayaran, tetapi juga memperluas literasi masyarakat terhadap sistem pembayaran modern.

Bagikan:
Berita Terkait