Warga Tak Menyangka, Pedagang Buah yang Dikenal Ramah Ternyata Anggota Jaringan Teror

diterbitkan: Rabu, 6 Mei 2026 11:48 WITA
Teroris
Densus 88 saat mengamankan para terduga terors di Sulawesi Tengah. (Foto: TVRI Sulteng)

NUSANTARA TERKINI– Suasana tenang di Desa Tomoli Utara, Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, mendadak berubah tegang pada Rabu (6/5/2026) dini hari.

Tim Densus 88 Antiteror Polri melakukan operasi senyap dan meringkus seorang pria yang selama ini dikenal warga sebagai pedagang buah lokal yang ramah dan beraktivitas normal.

Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi serentak yang berhasil mengamankan total delapan terduga teroris jaringan sel tidur Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di wilayah Sulawesi Tengah.

Kamuflase Aktivitas Sehari-hari

Terduga pelaku di Desa Tomoli Utara diamankan sekitar pukul 01.30 WITA tanpa perlawanan berarti. Penangkapan ini mengejutkan warga sekitar karena profil tersangka yang jauh dari kesan radikal.

Baca juga  Mahasiswa UI Tetap Tolak UU TNI yang Sudah Disahkan DPR RI

Dalam kesehariannya, pria tersebut membaur dengan masyarakat melalui profesinya sebagai penjual buah-buahan.

Kepala Dusun I Desa Tomoli Utara, Jufri Haruji, mengonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari perilaku tersangka sebelum penangkapan terjadi.

“Yang bersangkutan kesehariannya berjualan buah, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di lingkungan warga. Kami sangat terkejut karena selama ini dia beraktivitas normal seperti warga lainnya,” ungkap Jufri, dikutip dari beritasatu.com.

Strategi “sel tidur” ini diduga sengaja dilakukan untuk menghindari pantauan aparat keamanan sambil menunggu instruksi atau momentum tertentu untuk bergerak kembali.

Baca juga  Indeks Demokrasi Indonesia Turun, Tiga Tahun Berturut-Turut Dikategorikan ‘Cacat’

Barang Bukti Parang hingga ATM

Setelah melakukan penangkapan, personel Densus 88 langsung melakukan penggeledahan mendalam di kediaman tersangka.

Dari lokasi tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti fisik yang kini tengah didalami keterkaitannya dengan aktivitas terorisme.

Beberapa barang yang diamankan antara lain enam bilah parang, sejumlah telepon genggam yang diduga sebagai alat komunikasi jaringan, serta beberapa kartu ATM.

Barang-barang ini dibawa untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap aliran dana maupun rencana aksi kelompok tersebut.

Baca juga  Perkara Dugaan Tipikor Hibah Pembuatan ASITA Seret Eks Plt. Kepala Dispar Kaltara

Operasi Serentak di Dua Wilayah

Selain di Parigi Moutong, Densus 88 juga mengamankan empat orang lainnya di Kabupaten Poso dalam waktu yang hampir bersamaan. Secara keseluruhan, delapan orang telah dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif di markas kepolisian.

Meski kelompok MIT sebelumnya dinyatakan telah melemah setelah tewasnya tokoh-tokoh utama mereka, penangkapan ini menjadi pengingat bahwa sisa-sisa sel tidur jaringan ini masih aktif bergerak secara sembunyi-sembunyi di Sulawesi Tengah.

Aparat keamanan kini terus melakukan pengembangan untuk memutus sisa-sisa rantai radikalisme di Bumi Tadulako.(Fawdi/NT)

Bagikan:
Berita Terkait