DPRD Berau Minta Ekosistem Ekspor Diperkuat, Dorong Produk Olahan Kakao ke Pasar yang Lebih Luas

diterbitkan: Senin, 17 November 2025 03:12 WITA
Petani Kakao asal Kampung Suaran, Kecamatan Sambaliung, saat menunjukkan buah kakao berkualitas tinggi hasil kebunnya. (IST)

BERAU – Kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Berau tidak hanya pada apa yang ada di bawah permukaan tanahnya, namun juga pada jenis-jenis tanaman yang tumbuh di atasnya. Salah satunya, tanaman kakao yang dibudidayakan sebagian masyarakat Berau.

Tak heran, jika produk olahan kakao yang berupa asli Berau tersebut akhirnya bisa jadi bahan baku utama pembuatan susu untuk salah satu merek terkenal di Indonesia.

Baca juga  Potensi Musim Hujan di Penghujung Tahun, Dedy Minta Jalur Distribusi Bapok Dipastikan Aman

Merespons hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Berau, Subroto mengingatkan bahwa potensi coklat di Berau masih bisa dikembangkan dengan lebih optimal. Seperti misalnya dengan memperkuat sistem ekspor untuk komoditas coklat atau kakao di Berau.

“Selama ini sudah jelas pasarnya, salah satunya untuk bahan baku susu. Tapi sebenarnya, potensinya masih cukup besar untuk diekspor,” jelas Subroto.

Terlebih selama ini, coklat mentah Berau memang sudah kerap dikirim keluar daerah, namun belum secara optimal dikelola dalam skema ekspor yang terorganisir. Selain itu, dukungan untuk peningkatan kesejahteraan petani juga dianggap masih belum maksimal.

Baca juga  Utamakan Keselamatan Penumpang, Moda Transportasi Laut Harus Dibenahi dengan Optimal

“Karena kalau ingin meningkatkan volume ekspor, petaninya juga harus sejahtera, harus diberi perhatian lebih. Sistem perkebunan yang baik akan menghasilkan coklat berkualitas,” tambahnya dengan yakin.

Untuk itu, dia meminta agar pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Berau untuk terus hadir dalam mendukung sistem perkebunan kakao di Berau. Bukan hanya di hilirnya saja, namun dari hulu, pemerintah harus menegaskan keberadaannya.

Baca juga  Rencana Rotasi Pejabat di Lingkungan Pemkab Berau, DPRD Minta Evaluasi Terlebih Dahulu

Dia mengingatkan, coklat Berau kini sudah diakui secara nasional dan menempati peringkat atas sebagai salah satu komoditas unggulan. Status ini, katanya, harus dipertahankan bahkan ditingkatkan dengan langkah konkret. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait