Lima Ribu Turis Berkunjung ke Keraton Sambaliung dan Museum Batiwakkal, Tren Positif Sektor Pariwisata Berau

diterbitkan: Minggu, 7 Desember 2025 03:11 WITA
Kunjungan wisatawan ke Keraton Sambaliung menunjukkan tren positif di 2025 ini (IST)

BERAU – Sektor pariwisata di Berau benar-benar membuktikan tajinya. Bukan hanya keindahan alam seperti yang selama ini terkenal dari Berau, namun juga wisata sejarahnya kini menjadi salah satu destinasi unggulan.

Hal ini dibuktikan dengan kehadiran ribuan turis yang berkunjung ke Museum Batiwakkal dan Keraton Sambaliung. Memasuki penghujung tahun, sektor wisata budaya dan sejarah di Berau menunjukkan tren perkembangan positif.

Tren tersebut terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan di Museum Batiwakkal dan Keraton Sambaliung yang mencapai 5.320 kunjungan turis. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat kunjungan turis, baik wisatawan domestik maupun turis asing.

Baca juga  Bupati Ingatkan Pemerintah Daerah Soal Tanggung Jawab dalam Pengembangan Destinasi Wisata

Untuk Museum Batiwakkal sendiri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir menerangkan bahwa ada 2.648 wisatawan domestic yang datang, dan 10 orang merupakan wisatawan asing.

“Memang Museumj Batiwakkal terus menjadi pilihan wisatawan, terutama yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Berau. Antusiasme pengunjung yang stabil ini menunjukkan bahwa museum tetap relevan sebagai destinasi edukatif,” kata Ilyas.

Baca juga  Gamalis Minta Pelaku Ekraf dan UMKM untuk Bisa Manfaatkan Momentum Akhir Tahun

Sedangkan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Keraton Sambaliung yang terletak di tepi Sungai Kelay juga menunjukkan kenaikan. Setidaknya ada 2.641 wisatawan domestic dan 21 wisatawan asing.

Dia menambahkan, keberadaan bangunan bersejarah peninggalan Kesultanan Sambaliung ini terus menarik perhatian wisatawan karena nilai budaya dan arsitekturnya. Dia menjelaskan, tarif retribusi kedua destinasi tersebut tetap mengacu pada aturan yang berlaku, yakni Rp10.000 untuk pengunjung dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak.

Baca juga  Geliat Danau Tapal Kuda, Lomba Memancing Rakyat Siap Hidupkan Kembali Wisata Tumbit Melayu

Pendapatan dari retribusi ini digunakan untuk mendukung pemeliharaan kawasan, peningkatan fasilitas, serta penguatan program edukasi sejarah.

“Kami terus mendorong agar museum dan keraton tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga pusat pembelajaran budaya. Retribusi yang masuk akan kembali untuk perawatan dan peningkatan kualitas layanan bagi pengunjung,” tutupnya. (adv)

 

Bagikan:
Berita Terkait