Pesisir Payung Payung Kritis, Sri Juniarsih Sentil Tanggung Jawab Provinsi

diterbitkan: Sabtu, 7 Maret 2026 07:00 WITA
Foto: Bangunan rumah warga di Kampung Payung-payung, Maratua yang terdampak abrasi.

NUSANTARA TERKINI – Ancaman abrasi yang terus mengikis pesisir barat dan selatan Kampung Payung Payung kini memicu alarm bahaya. Fenomena alam ini mulai mengancam keberlangsungan permukiman warga serta masa depan pariwisata di Kecamatan Maratua.

Pemerintah Kabupaten Berau menyadari, wilayah tersebut membutuhkan infrastruktur pelindung secepat mungkin agar daratan tidak terus menyusut. Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan, pihaknya telah bergerak meminta pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas krisis ekologi tersebut.

Baca juga  Bupati Minta Revitalisasi Tepian Teratai Perhatikan Pohon Peneduh

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi,” ujarnya pada Jumat (6/3/26).

Menagih Aksi Nyata Provinsi

Penanganan kawasan pesisir dan laut secara aturan birokrasi, sepenuhnya berada di bawah wewenang pemerintah provinsi. Kondisi ini membuat Berau sangat bergantung pada kucuran dana dari level atas untuk merealisasikan pembangunan sabuk pengaman pantai.

Sri Juniarsih memastikan, pemerintah daerah akan terus bermanuver mengawal usulan proyek krusial tersebut. Ia ingin proyek infrastruktur penahan ombak ini segera diketuk dan dipastikan masuk ke dalam dokumen perencanaan resmi provinsi.

Baca juga  Jamin Kelancaran Logistik Kaltim-Kaltara, Jalur Poros Labanan–Bulungan Mulai Dipoles

“Sehingga kawasan pesisir dan masyarakat di sana dapat terlindungi dari dampak abrasi,” tegasnya.

Bagikan:
Berita Terkait