NUSANTARA TERKINI – Manajemen Pelindo Regional 4 akhirnya buka suara terkait insiden kapal yang kembali menabrak tiang pelindung Jembatan Mahakam di Samarinda. Permintaan maaf secara terbuka ini disampaikan langsung di hadapan anggota dewan tingkat provinsi serta sejumlah instansi terkait.
General Manager Pelindo Regional 4 Suparman menyatakan penyesalannya atas peristiwa yang merusak infrastruktur vital tersebut. Ia memastikan timnya tengah bergerak cepat mencari tahu akar masalah melalui pemeriksaan mendalam di lingkup internal.
“Saat ini investigasi menyeluruh sedang kami lakukan,” ujar Suparman pada Kamis (11/3/2026).
Dalih Sesuai Prosedur
Pihak perusahaan mengklaim proses pemanduan kapal saat kejadian sebenarnya sudah berjalan sesuai standar operasional. Kapal tersebut dilaporkan mendapat pengawalan penuh dari armada bantu di bagian belakang serta armada siaga di sekitar area proyek.
Kendati pengawalan berlapis telah diterapkan benturan keras dengan tiang pancang pelindung jembatan tetap tidak terhindarkan. Manajemen lantas berjanji akan mengevaluasi total sistem operasional pemanduan yang selama ini digunakan.
Perusahaan pengelola pelabuhan ini menegaskan tidak akan memberi ampun jika terbukti ada kelalaian dari petugas di lapangan. Setiap karyawan yang terbukti lalai dalam proses pengawalan kapal akan menerima hukuman tanpa pandang bulu.
“Kalau memang ada kesalahan dari sumber daya manusia kami tentu akan kami tindak tegas,” tegasnya.
Nasib Jembatan Vital
Sementara itu Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur turut membeberkan kerugian teknis akibat benturan berulang ini. Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana mengingatkan insiden ini perlahan menggerus ketahanan jembatan yang usia teknisnya diperkirakan tinggal sepuluh tahun lagi.
Selain mengancam umur jembatan proyek pembangunan pelindung yang sedang berjalan juga hancur berantakan akibat terjangan tongkang. Tujuh dari dua belas tiang pancang yang baru ditanam dilaporkan hilang tersapu usai insiden terjadi.
Kondisi lima tiang tersisa pun tidak sepenuhnya aman karena beberapa di antaranya mengalami pergeseran struktur yang membahayakan. Kerusakan parah ini memaksa pemerintah memikirkan ulang desain awal proyek pelindung jembatan kebanggaan warga Samarinda tersebut.
“Secara keseluruhan pemasangan pelindung ini kemungkinan harus kami evaluasi kembali,” pungkas Yudi.





