NUSANTARA TERKINI – Masyarakat Kabupaten Berau yang tengah mempersiapkan kebutuhan hari raya diimbau untuk lebih waspada terhadap perubahan cuaca.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan intensitas hujan akan kembali meningkat di wilayah Bumi Batiwakkal mulai pertengahan hingga akhir Maret 2026.
Kepala BMKG Berau Ade Heryadi menjelaskan, kondisi cuaca dalam beberapa hari ke depan akan didominasi oleh langit berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang.
Fenomena ini diperkirakan sering terjadi pada siang dan sore hari, serta berpotensi disertai kilat atau guntur yang tiba-tiba.
“Kondisi cuaca pada periode ini akan didominasi kondisi berawan dan potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang dan dapat disertai kilat atau guntur,” ujar Ade Heryadi, Kamis (19/3/26)
Pantauan Wilayah Kelay dan Segah
Berdasarkan data prakiraan cuaca, periode 18 hingga 21 Maret akan menjadi puncak konsentrasi awan hujan di sebagian besar wilayah Berau.
Sementara itu, memasuki tanggal 22 hingga 25 Maret, meskipun kondisi umum mulai berawan, beberapa wilayah hulu seperti Kelay dan Segah tetap wajib meningkatkan kewaspadaan.
Kedua wilayah tersebut diprediksi tetap memiliki potensi hujan yang cukup stabil. Hal ini perlu diperhatikan oleh warga yang berencana melakukan perjalanan mudik atau mendistribusikan logistik pangan antar-kecamatan agar tidak terhambat oleh faktor cuaca di jalanan.
“Namun perlu diwaspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Berau seperti Kelay dan Segah,”bebernya.
Fenomena Monsun Asia Aktif
Turunnya hujan yang berlangsung selama berhari-hari ini disebabkan oleh fenomena atmosfer yang masih cukup aktif di wilayah Kalimantan Timur.
BMKG mencatat adanya pengaruh Monsun Asia serta interaksi gelombang atmosfer seperti gelombang Rossby dan Kelvin yang memicu pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan.
Meskipun suhu permukaan laut di perairan Berau saat ini terpantau normal di angka 0 hingga 0.5 derajat Celsius, namun tingginya kelembapan udara tetap memicu labilitas atmosfer lokal yang kuat.
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan secara cepat.
“Kondisi kelembaban udara di wilayah Berau secara umum masih relatif tinggi dan disertai dengan labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat,”pungkas dia.(*)





