NUSANTARA TERKINI — Memasuki hari ketiga, upaya pencarian Rahmat (10), bocah asal Bulungan yang dilaporkan tenggelam di Pantai Ulingan, Kecamatan Pulau Derawan, kian diperluas.
Tim gabungan kini mulai mengalihkan fokus penyisiran hingga ke dalam kawasan hutan bakau yang cukup lebat di sekitar lokasi kejadian, Selasa (7/4/26).
Langkah ini diambil menyusul evaluasi pergerakan arus laut yang dinamis, yang memungkinkan tubuh korban terbawa hingga ke celah-celah akar bakau.
Selain area pesisir, tim juga memperlebar jangkauan pencarian hingga radius 2 mil laut dari titik awal hilangnya korban pada Minggu sore lalu.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan bahwa medan di sekitar hutan bakau menjadi tantangan tersendiri bagi personel di lapangan.
Terjang Hutan Bakau dan Arus Laut
Penyisiran di kawasan hutan bakau membutuhkan ketelitian ekstra karena akses yang terbatas dan akar-akar pohon yang rapat. Tim harus bergerak perlahan untuk memastikan setiap sudut terperiksa dengan seksama.
“Pencarian hari ini diperluas hingga radius 2 mil laut dan akan terus dimaksimalkan, termasuk menyisir kawasan hutan bakau di sekitar Pantai Ulingan,” ujar Nofian.
Guna memaksimalkan pencarian di medan yang berbeda-beda ini, tim menerapkan empat metode sekaligus. Seperti visual open water untuk area terbuka, visual survival di sepanjang pantai, penyelaman (diving) di titik-titik dalam, serta penggunaan alat tradisional seperti pancing, rawai, dan jaring di area yang sulit dijangkau mesin.
Sinergi Lintas Instansi
Operasi kemanusiaan ini melibatkan kekuatan penuh dari lintas instansi. Personel TNI-Polri, Basarnas, PMI Berau, BPBD, Disdamkarmat, hingga relawan Mapala bahu-membahu melakukan pencarian.
Tak hanya aparat, masyarakat dan aparat Kampung Teluk Semanting juga turun langsung membantu tim gabungan.
Kehadiran warga lokal sangat membantu dalam memberikan informasi mengenai karakter arus dan titik-titik tersembunyi di hutan bakau yang mungkin menjadi lokasi tersangkutnya korban.
Hingga berita ini diturunkan, keberadaan Rahmat belum membuahkan hasil. Tim terus berpacu dengan waktu sebelum kondisi cuaca dan pasang surut air laut berubah, dengan harapan besar korban dapat segera ditemukan dalam kondisi apa pun.(*/Andrikni/NT)





