NUSANTARA TERKINI – Proses seleksi penerimaan terpadu calon anggota Polri tahun 2026 telah dimulai. Tak terkendali di Kalimantan Utara (Kaltara).
Saat ini, calon taruna/i akademi kepolisian (akpol), bintara dan tamtama Polri 2026 telah memasuki tahapan pemeriksaan kesehatan tahap I.
Di tahap awal ini, para peserta menjalani 6 tahap tes fisik secara mendalam untuk memeriksa atau mengukur standar kesehatan dasar.
Pertama, komposisi tubuh. Tahap ini mulai dari pengukuran tinggi badan, berat badan, hingga postur tubuh untuk memastikan kesesuaian fisik.
Kedua, tekanan darah dengan memeriksaan kondisi kardiovaskular dasar. Ketiga, kesehatan gigi dan mulut dengan pengecekan kondisi karies, struktur rahang dan kesehatan mulut secara umum.
Keempat, tes buta warna dan visus mata. Ini merupakan uji ketajaman penglihatan untuk memastikan fungsi mata bekerja optimal.
Kelima, pemeriksaan bedah untuk mendeteksi adanya bekas luka operasi, varises, hingga kelainan fisik lainnya yang dapat menghambat tugas kepolisian.
Terakhir tahap pendalaman. Sebuah tahap akhir verifikasi medis untuk mengonfirmasi temuan selama pemeriksaan.
Proses pemeriksaan kesehatan tahap I calon anggota Polri 2026 di lingkungan Polda Kaltara yang berlangsung di Tanjung Selor ini dipantau langsung oleh Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol Gol. Yusuf.
Tak hanya dilakukan oleh tim medis profesional, tapi pemeriksaan kesehatan ini juga dipantau secara ketat oleh pengawas internal Polda Kaltara.
Dalam hal ini, Bid Propam Polda Kaltara mengawasi kedisiplinan dan prosedur personel di lapangan. Sementara Itwasda Polda Kaltara memastikan aspek akuntabilitas dan transparansi proses verifikasi data serta hasil pemeriksaan.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada celah kecurangan. Semua harus berjalan secara adil dan jujur agar menghasilkan personel Polri yang berkualitas,” kata Wakapolda.
Harapannya, proses rekrutmen tahun ini dapat melahirkan anggota Polri yang memiliki ketahanan fisik prima dan mentalitas yang kuat untuk melayani masyarakat di masa depan. (*/Fawdi/NT)





