Tinggalkan Cara Konvensional, Pemprov Kaltim Paksa UMKM Beradaptasi dengan Arus Digitalisasi

diterbitkan: Rabu, 15 April 2026 07:38 WITA
Para pelaku UMKM saat mengikuti Pengembangan UMKM melalui Literasi Digital Menuju Ekonomi Berbasis Teknologi yang digelar di Galeri UKM Jalan Basuki Rahmat.

NUSANTARA TERKINI — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus melakukan langkah masif untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar segera beralih dari metode bisnis konvensional.

Melalui penguatan literasi digital, UMKM di Benua Etam kini dipersiapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang lebih tangguh dan modern.

Dalam kegiatan yang digelar di Galeri UKM Samarinda, Senin (14/4/26), pemerintah menekankan bahwa transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan atau tren semata.

Penguasaan teknologi informasi kini telah menjadi kebutuhan dasar agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang kian kompetitif.

Baca juga  Sosok Astri, Bhabinkamtibmas Perempuan di IKN

“Transformasi digital sudah menjadi kebutuhan utama agar UMKM mampu bertahan, bersaing, dan memperluas jangkauan pasar. Kita tidak bisa lagi hanya bergantung pada metode lama,” tegas Pengawas Koperasi Ahli Muda DPPKUKM Kaltim, Rovan Amhar.

Penguatan Ekosistem dan Perlindungan Usaha

Strategi pemerintah tidak hanya berhenti pada pelatihan pemasaran digital. Pemprov Kaltim berupaya membangun ekosistem yang terintegrasi, yang mencakup kemudahan akses terhadap pembiayaan serta jaminan perlindungan bagi para pelaku usaha.

Kehadiran Bank Kaltimtara dan BPJS Ketenagakerjaan dalam kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan fondasi finansial yang kuat.

Baca juga  Festival Hudoq Pekayang di Mahakam Ulu Bakal Kembali Digelar

Dengan sistem yang terintegrasi, UMKM diharapkan memiliki manajemen keuangan yang lebih transparan dan terlindungi dari berbagai risiko kerja selama menjalankan bisnisnya.

Langkah ini diambil agar pelaku UMKM tidak hanya mahir secara digital, tetapi juga memiliki ketahanan modal dan jaminan sosial yang mumpuni untuk terus berkembang secara berkelanjutan.

Sinergi Lintas Sektor dan Peran Akademisi

Keberhasilan UMKM untuk “naik kelas” juga sangat bergantung pada inovasi produk. Oleh karena itu, keterlibatan akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul) menjadi pilar penting dalam memberikan masukan riset dan pengembangan produk agar sesuai dengan selera pasar masa kini.

Baca juga  Berduka Atas Wafatnya Try Sutrisno, Pemkab Berau Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Sinergi antara pemerintah, perbankan, lembaga hukum, hingga kalangan akademisi ini bertujuan untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Melalui kolaborasi lintas sektor, hambatan yang selama ini dirasakan pelaku usaha dapat diatasi secara lebih komprehensif.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur optimis bahwa dengan dukungan ekosistem yang lengkap, UMKM lokal akan menjadi kekuatan ekonomi yang adaptif.

Digitalisasi diharapkan menjadi jembatan bagi produk-produk unggulan Kaltim untuk dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.(*/Rusdiono/NT)

Bagikan:
Berita Terkait