Tren Kemasan Alami: Cara UMKM Balikpapan Tetap Menarik di Tengah Mahalnya Plastik

diterbitkan: Minggu, 19 April 2026 07:22 WITA
Penggunaan daun pisang untuk membungkus sayuran. (Foto: https://unsplash.com/)

NUSANTARA TERKINI – Lonjakan harga plastik global yang kian mencekik biaya produksi justru dipandang sebagai peluang emas bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Balikpapan.

Alih-alih terbebani, para pengusaha lokal didorong untuk beralih ke kemasan alami yang kini tengah menjadi tren estetika baru bagi konsumen.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menekankan bahwa di tengah mahalnya bahan baku plastik, kreativitas dalam mengemas produk menjadi kunci agar pelaku usaha tidak kehilangan pelanggan.

Inovasi kemasan dianggap sebagai strategi branding yang cerdas untuk meningkatkan nilai jual produk.

Baca juga  Terkena Cacar, Satu Jemaah Haji di Kloter 1 Tertunda Keberangkatannya

“Sekarang semuanya mahal. Harus pintar-pintar menjual. Jangan harga dinaikkan tapi pembeli malah pergi,” ujar Bagus saat menyoroti tantangan biaya produksi belakangan ini.

Daun Pisang dan Jati Sebagai Nilai Tambah

Menurut Bagus, kemasan tradisional seperti daun pisang atau daun jati memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki oleh kemasan modern seperti styrofoam atau plastik.

Penggunaan bahan alami memberikan kesan produk yang lebih otentik, unik, dan premium di mata pembeli.

Baca juga  Kenapa Air PDAM Balikpapan Sering Macet? Ini Dua Penyebab Utamanya Menurut DPRD

Untuk produk kuliner seperti nasi bungkus, penggunaan daun tidak hanya menekan biaya operasional, tetapi juga memberikan aroma khas yang meningkatkan selera makan.

“Kalau nasi bungkus ya tidak usah pakai styrofoam atau plastik, pakai saja daun. Bisa daun pisang atau daun jati. Ini jauh lebih tradisional dan menarik,” tuturnya.

Memikat Konsumen Peduli Lingkungan

Pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih peduli terhadap isu lingkungan ( eco-friendly ) menjadi peluang pasar yang besar.

Baca juga  Siaga Pangan Sambut Ramadan 1445 H, Baituzzakah Pertamina Bagikan 700 Paket Sembako

Kemasan non-plastik kini bukan lagi sekadar alternatif murah, melainkan identitas produk yang ramah lingkungan yang sangat diminati, terutama oleh kalangan milenial.

Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong agar UMKM mampu mengemas produk mereka dengan sentuhan ide-ide kreatif.

Dengan kemasan yang estetik dan ramah lingkungan, produk UMKM Balikpapan diharapkan tetap bisa bersaing tanpa harus membebani konsumen dengan kenaikan harga yang drastis.

“Harus ada ide-ide kreatif supaya konsumennya tidak ditinggal, tapi usaha tetap jalan,” pungkas Bagus.(*/Wane/NT)

Bagikan:
Berita Terkait