BERAU,– Kekecewaan mendalam diungkapkan Wakil Bupati Berau, Gamalis, terhadap buruknya kualitas pelayanan maskapai penerbangan yang melayani rute menuju Bumi Batiwakkal.
Ketidakpastian jadwal hingga pembatalan sepihak dinilai telah melampaui batas toleransi dan merugikan mobilitas masyarakat luas.
Kritik pedas ini dilontarkan Gamalis setelah dirinya merasakan langsung dampak manajemen yang semrawut saat menggunakan jasa maskapai Sriwijaya Air, baru-baru ini.
Rasakan Langsung Dampak “PHP” Maskapai
Gamalis menegaskan bahwa suaranya merupakan representasi dari kegelisahan warga Berau yang selama ini bergantung pada transportasi udara.
Menurutnya, ketidakpastian jadwal bukan sekadar masalah teknis, melainkan hambatan serius bagi warga yang memiliki urusan darurat.
“Saya berbicara sebagai warga yang merasakan langsung dampak dari ketidakpastian jadwal ini. Kondisi ini sangat merugikan, apalagi bagi masyarakat yang memiliki urusan mendesak dan sangat bergantung pada ketepatan waktu transportasi udara,” tegas Gamalis, Sabtu (9/5/2026).
Ia menyayangkan sikap maskapai yang seolah kurang sensitif terhadap kebutuhan publik, terutama di tengah terbatasnya pilihan maskapai pasca berhentinya operasional AirAsia di wilayah tersebut.
Akses Udara: Urat Nadi Pariwisata yang Terluka
Lebih jauh, pria yang dikenal peduli pada sektor pariwisata ini memperingatkan bahwa buruknya manajemen maskapai adalah ancaman nyata bagi destinasi unggulan Berau.
Ia menilai, promosi wisata yang gencar dilakukan pemerintah akan menjadi sia-sia jika akses menuju lokasi penuh dengan drama pembatalan.
“Konektivitas udara adalah urat nadi pariwisata. Jika aksesibilitas sulit dan penuh ketidakpastian karena sering terjadi penundaan hingga pembatalan, maka segala upaya promosi wisata yang kita lakukan akan sulit membuahkan hasil maksimal,” jelasnya.
Selain masalah jadwal, fluktuasi harga tiket yang terus melambung akibat kenaikan harga avtur turut menjadi beban ganda bagi masyarakat Berau yang ingin bepergian.
Pemkab Bakal Panggil Manajemen Maskapai
Tak ingin tinggal diam, Pemerintah Kabupaten Berau berencana segera memanggil jajaran manajemen maskapai untuk duduk bersama.
Gamalis meminta ada sinkronisasi yang jelas antara kepentingan bisnis perusahaan dengan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
“Kita menyadari ada perbedaan orientasi; pemerintah fokus pada pelayanan masyarakat, sementara maskapai pada aspek bisnis. Namun, keduanya harus berada dalam satu frekuensi demi kepentingan masyarakat luas,” tandasnya.
Pemkab Berau mendesak adanya pembenahan internal segera dari pihak maskapai demi mendukung kelancaran transportasi dan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah yang sangat bergantung pada aksesibilitas udara.(Red/NT)






