NUSANTARA TERKINI – Sebanyak 211 jemaah haji asal Kabupaten Berau yang tergabung dalam gelombang kedua terpaksa harus menunggu lebih lama di Bandara Kalimarau, Rabu (14/5/2024).
Hal ini menyusul keterlambatan (delay) jadwal penerbangan maskapai Sriwijaya Air yang seharusnya membawa jemaah menuju Embarkasi Balikpapan.
Meskipun terjadi kendala teknis pada jadwal maskapai, Pemerintah Kabupaten Berau memastikan bahwa dampak keterlambatan tersebut tidak mengganggu rangkaian besar perjalanan haji para jemaah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Berau, Toto Marjito, mengungkapkan bahwa penerbangan Sriwijaya Air yang semula dijadwalkan berangkat pukul 14.40 WITA mengalami pergeseran waktu sekitar dua hingga dua setengah jam.
“Informasi terakhir yang kami terima, khusus Sriwijaya Air mengalami delay. Sedangkan untuk maskapai lainnya, Super Air Jet, sejauh ini masih sesuai jadwal (on schedule),” terang Toto saat ditemui di Bandara Kalimarau.
Untuk mengantisipasi kelelahan jemaah akibat masa tunggu di bandara, pihak penyelenggara telah memastikan seluruh urusan logistik dan keamanan jemaah tertangani dengan baik.
Salah satu langkah antisipasi yang dilakukan adalah pengiriman koper besar yang sudah dilakukan lebih awal melalui PT Pos Indonesia sejak 12 Mei lalu.
“Koper besar jemaah sudah berada di asrama haji Balikpapan. Jadi di bandara ini jemaah tidak perlu lagi repot mengurus bagasi berat, mereka cukup membawa barang tentengan atau tas kabin saja,” tambahnya.
Kesiapan ini dianggap krusial mengingat jemaah haji Berau masuk dalam pemberangkatan gelombang kedua.
Setibanya di Balikpapan pada 15 Mei, jemaah hanya memiliki waktu singkat sebelum terbang menuju Jeddah pada 16 Mei pukul 22.00 WITA.
Karena rute gelombang kedua langsung menuju Makkah tanpa transit di Madinah, para jemaah diwajibkan sudah mengenakan pakaian ihram sejak dari embarkasi atau di dalam pesawat sebelum mendarat.
Oleh karena itu, menjaga stamina jemaah di tengah jadwal yang berubah menjadi prioritas utama panitia.
Secara keseluruhan, Toto menegaskan bahwa proses pemberangkatan sejak pelepasan di masjid hingga di bandara berjalan aman dan tertib, meski kondisi bandara cukup padat oleh keluarga yang ingin melepas keberangkatan sanak saudara mereka. (Diva/NT)






