Eksotisme Whale Shark Point Pulau Derawan, Pengalaman Tak Terlupakan Berenang Bersama Hiu Tutul

diterbitkan: Kamis, 30 April 2026 03:33 WITA
Turis berenang bersama hiu tutul di whale shark point Pulau Derawan. (NT)
Turis berenang bersama hiu tutul di whale shark point Pulau Derawan. (NT)

NUSANTARA TERKINI — Berenang bersama hiu tutul atau whale shark di Kabupaten Berau menjadi sebuah pengalaman yang tidak akan terlupakan bagi para wisatawan. 

Pasalnya, hewan laut yang bobotnya bisa mencapai 1 ton itu pada dasarnya merupakan makhluk hidup yang terhitung cukup ramah bagi manusia.

Hiu tutul bukanlah jenis hewan predator buas seperti karakter hiu yang umumnya dipahami masyarakat.

Sebaliknya, hiu tutul hanya memangsa jenis ikan-ikan kecil, alga, udang, serta plankton.

Di Berau, perairan Talisayan memang sudah lama ditetapkan menjadi area konservasi resmi bagi hiu tutul, di mana terdapat sekitar 70-80 populasi.

Namun, selain di Talisayan, perairan di sekitar Pulau Derawan kini juga menjadi lokasi favorit alternatif untuk merasakan sensasi berenang bersama raksasa ramah ini. 

Lokasi whale shark point ini letaknya berada tidak terlalu jauh dari Pulau Derawan, di mana wisatawan hanya memerlukan waktu sekitar 15-20 menit untuk perjalanan laut dengan menggunakan speedboat.

Baca juga  HUT ke-72 Berau, Bupati Sri Pastikan Lomba Perahu Panjang Tetap Digelar

Titik berkumpulnya hiu tutul ini juga berada dekat dengan keberadaan bagan-bagan milik nelayan lokal. 

Bahkan, dari atas bagan tersebut kerap terlihat pemandangan para nelayan yang sedang memberikan makan berupa ikan-ikan kecil secara langsung kepada hiu tutul yang mendekat. 

Momen ini memperlihatkan dengan sangat jelas bagaimana cara hiu tutul memakan mangsanya.

Mereka akan membuka mulutnya dengan lebar dan membiarkan air laut beserta kawanan ikan kecil masuk ke dalam tubuhnya. 

Aksi membuka mulut lebar ini dilakukan hiu tutul secara berulang kali, sebelum akhirnya mereka terlihat berpindah tempat mencari lokasi baru dan mengulang aksi serupa.

Pemandangan langka saat hiu tutul mencari makan ini hanya bisa disaksikan wisatawan pada waktu pagi hari. 

Baca juga  Bukan Sekadar Aturan Umum, Disbudpar Berau Detailkan SOP Wisata Hingga ke Petugas Loket dan Toilet

Sebab, ketika hari sudah beranjak siang, para nelayan yang berada di atas bagan akan segera menarik jaring mereka dan bersiap untuk berpindah tempat. 

Salah seorang pemandu wisata (guide) khusus berenang bersama hiu tutul, Armin, menyebutkan, momen langka ini memang tidak bisa dilakukan setiap saat sepanjang tahun di perairan Pulau Derawan.

“Untuk whale shark di Derawan sebenarnya enggak setiap pekan. Ini hanya bulan gelap, hanya ada di Derawan. Kalau dia bulan terang, dia enggak ada di sini,” ujar Armin.

Faktor ketepatan waktu juga menjadi kunci utama keberhasilan tur ini. 

“Jam 6 (pagi) kita harus sudah berangkat. Karena kita takutnya telat nelayan itu narik jaringnya. Kalau udah telat, umpannya udah dibuang semua,” jelas Armin.

Di samping itu, Armin juga memaparkan mengenai sejumlah aturan keselamatan yang wajib dipatuhi secara ketat oleh para turis ketika ingin menceburkan diri ke laut bersama hiu tutul. 

Baca juga  Bupati Sri Tekankan Keterlibatan Swasta dan Perbankan dalam Promosi Produk UMKM Berau

Aturan tersebut di antaranya larangan menyentuh fisik hiu tutul, serta menjaga jarak aman minimal sejauh 1,5 meter guna menghindari kibasan ekor hiu tutul yang besar.

Sementara itu, salah satu turis yang sudah mencoba pengalaman ini, Dini, mengaku merasa sangat senang dan tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya setelah berhasil berenang bersama kawanan hiu tutul di Derawan. 

Menurutnya, momen tersebut merupakan pengalaman pertama di dalam hidupnya, terlebih dalam kesempatan tersebut ia beruntung bisa langsung berenang bersama dengan 4 ekor hiu tutul sekaligus di satu lokasi.

“Seru banget, karena ini pertama kali saya berenang bareng hiu tutul atau whale shark dan seru banget,” ungkap Dini. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait