Pemkab Berau Makin Serius Atasi Sampah Plastik di Laut, Gandeng Tiga Negara Tetangga

diterbitkan: Minggu, 24 Mei 2026 01:47 WITA
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas saat mengunjungi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) RUPIAH (Rumah Pilah Sampah) di Pulau Derawan. (Dok: WWF Indonesia)

NUSANTARA TERKINI – Pemkab Berau semakin serius dalam menangani persoalan sampah plastik yang berada di wilayah perairan Berau. Keseriusan tersebut diwujudkan melalui bekerja sama dengan tiga negara tetangga, yakni Malaysia, Filipina dan Thailand.

Kerja sama bertajuk ‘Plastic Smart Island’ tersebut bakal fokus untuk menjaga ekosistem laut dan pulau-pulau kecil di kawasan perbatasan negara-negara tersebut.

Baca juga  Bupati Ingatkan Infrastruktur Pariwisata Harus Bisa Memberi Manfaat untuk Masyarakat

Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, urusan sampah plastic sudah bukan menjadi isu salah satu negara saja. Melainkan permasalahan global yang membutuhkan kerja sama regional dan langkah berkelanjutan.

“Sampah plastik ini tantangan serius yang perlu ditangani secara kolektif dan kolaboratif. Harus dengan langkah nyata dan berkelanjutan,” terangnya.

Gamalis meyakini program Plastic Smart Islands menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand untuk mengatasi persoalan sampah plastic. Terutama di wilayah pesisir dan kepulauan yang rentan terdampak pencemaran laut.

Baca juga  Lomba Tradisional hingga Adat Suku Berau Dikenalkan lewat Festival Abutta Banua

Dia menerangkan, lewat program tersebut pemerintah daerah didorong menerapkan sistem pengelolaan sampah terpad berbasis prinsip reduce, reuse, recycle (3R). Pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R dianggap penting untuk menekan lonjakan sampah plastic yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Untuk informasi, mengacu pada Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2024, timbunan sampah di Kabupaten Berau mencapai sekitar 54 ribu ton. Dari jumlah itu, sekitar 67,67 persen telah terkelola, sedangkan 32,33 persen lainnya masih belum tertangani secara optimal. (adv)

Baca juga  BAZNAS Gelar Khitanan Massal, 350 Anak jadi Peserta, Wabup Berau Beri Dukungan Langsung
Bagikan:
Berita Terkait