Banjir di Berau Masih jadi Persoalan, Rudi Minta Pemkab Lakukan Kajian untuk Cari Solusi Jangka Panjang

diterbitkan: Kamis, 24 April 2025 02:54 WITA
Banjir yang merendam Balai Kampung Merasa, Maret 2025 lalu (Dok: BPBD Berau)

BERAU – Persoalan banjir masih menjadi salah satu persoalan yang dirasakan masyarakat Bumi Batiwakkal. Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong pun menilai Pemkab Berau belum bisa menemukan solusi jangka panjang, yang konkret dan tepat dalam menangani permasalahan tersebut.

“Selama ini kalau banjir, pemerintah hanya memberi bantuan, tapi banjirnya tidak tertangani. Bantuan memang diperlukan, tapi itu solusi atas musibahnya, bukan penanganan banjirnya,” tegas Rudi.

Baca juga  Kepala Kampung Diminta Aktif Berkomunikasi dengan Pemerintah, Percepat Penanganan Masalah di Kampung

Rudi mendorong pemerintah agar bisa memberikan kepastian kepada warganya agar ke depan tidak lagi menjadi korban dari bencana banjir. Salah satunya dengan melakukan kajian mendalam tentang penyebab banjir di Berau.

Menurutnya, jika sudah diketahui apa penyebab utamanya, maka Pemkab Berau bisa mengambil kebijakan untuk melakukan penanganan. Dia menambahkan, kajian sangat diperlukan untuk memastikan langkah yang diambil tepat dalam mengatasi sumber masalah penyebab banjir.

Baca juga  Sempat Terkendala Banjir, Peningkatan Jalan Poros Batu Rajang-Long Lamcin Ditarget Rampung Tahun Ini

“Jangan terus-terusan pakai asumsi, menduga-duga mungkin ini penyebab banjirnya. Tapi tidak pernah tahu apa yang jadi penyebab dari banjir itu sendiri,” tambahnya.

Rudi menambahkan, persoalan banjir ini bukan masalah satu atau dua tahun. Namun masalah banjir ini hampir terjadi setiap tahun, terutama ketika musim penghujan tiba. Karenanya, pemerintah perlu melakukan pemetaan masalah.

Baca juga  Aparatur Kampung Diminta Gunakan ADK Sesuai Peruntukan, Dedy: Jangan Main-Main dan Asal-Asalan

Dia memintan pemerintah untuk bisa mengobservasi mana wilayah yang paling terdampak banjir. Lalu menelisik apa yang menyebabkan banjir di wilayah tersebut masih terjadi hingga saat ini. (adv)

 

Bagikan:
Berita Terkait