Berkas Lengkap Tiga Bos PT Blueray Tinggal Tunggu Jadwal Sidang

diterbitkan: Jumat, 3 April 2026 08:56 WITA
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo (Dok: ANTARA Foto)

NUSANTARA TERKINI – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK telah menuntaskan penyidikan terhadap tiga orang tersangka pemberi suap dalam skandal importasi.

Ketiganya merupakan pihak swasta yang diduga kuat terlibat dalam praktik lancung di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Penyidik telah menyerahkan seluruh berkas perkara beserta barang bukti kepada jaksa penuntut umum pada Kamis (2/4/26).

Proses pelimpahan ini menandai babak baru dalam penanganan kasus yang menjerat sejumlah pejabat di instansi kementerian keuangan tersebut.

Penyusunan Surat Dakwaan Mafia Impor

Tiga tersangka yang akan segera duduk di kursi pesakitan adalah John Field selaku pemilik PT Blueray beserta rekannya Andri dan Dedy Kurniawan.

Baca juga  Bukanya Tobat, Kakek 64 Tahun di Talisayan Malah Sekap dan Cabuli Anak Dibawah Umur

Tim jaksa kini memiliki waktu maksimal selama 14 hari untuk menyusun surat dakwaan secara lengkap dan mendalam.

Kasus suap ini merupakan hasil pengembangan dari operasi tangkap tangan yang dilakukan lembaga antirasuah pada awal Februari lalu. Hingga saat ini total terdapat tujuh orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pusaran kasus korupsi importasi tersebut.

Pihak penuntut umum akan segera mendaftarkan berkas perkara ke pengadilan setelah seluruh dokumen administrasi dinyatakan memenuhi syarat formal.

Masyarakat kini menanti jalannya persidangan untuk melihat sejauh mana keterlibatan oknum internal dalam memuluskan izin impor ilegal.

Baca juga  Praperadilan Kandas, KPK Lanjutkan Sita Aset Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji

“Penyidik melakukan pelimpahan tersangka berkas perkara dan barang bukti ke JPU KPK untuk tiga tersangka selaku pihak pemberi dalam perkara Bea Cukai,” ujar Budi Prasetyo,seperti dikutip dari beritasatu.com jejaring media ini.

Pengembangan Tersangka dari Internal Bea Cukai

KPK terus mendalami peran pihak lain termasuk tersangka terbaru yakni Budiman Bayu Prasojo yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai.

Keterlibatan unsur pengawasan di internal Bea Cukai menjadi poin krusial dalam pengusutan mata rantai mafia impor ini.

Beberapa nama pejabat lain seperti Rizal serta Sisprian Subiaksono juga telah lebih dahulu masuk dalam daftar jeratan hukum penyidik. KPK menegaskan bahwa proses hukum tidak akan berhenti pada tujuh tersangka ini saja jika ditemukan bukti baru di persidangan.

Baca juga  Jeratan TPPU Rita Widyasari, KPK Panggil Bupati PPU Mudiyat Noor untuk Diperiksa

Lembaga antirasuah berkomitmen untuk mengungkap secara tuntas praktik pemberian upeti yang merusak sistem perdagangan internasional di Indonesia.

Penggeledahan dan pemeriksaan saksi-saksi terus dilakukan secara maraton untuk memperkuat konstruksi perkara yang ada.

“Proses hukum akan terus berjalan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam praktik suap terkait importasi di lingkungan Bea dan Cukai,” pungkas Budi Prasetyo.(*/Rusdiono/NT)

Bagikan:
Berita Terkait