Buaya di Berau Makin Agresif, Penanganan Terkendala Aturan dan Kesiapan Fasilitas

diterbitkan: Selasa, 24 Maret 2026 10:35 WITA

NUSANTARA TERKINI – Masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Berau saat ini terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman atau serangan buaya.

Ini karena buaya di Bumi Batiwakkal- nama lain dari Berau sudah kian agresif. Beberapa kasus hewan reptil ini sudah sampai menyerang manusia.

Namun, untuk penanganannya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Berau mengaku masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari aturan hingga kesiapan fasilitas.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Berau, Nofian Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya dihadapkan dengan keterbatasan kewenangan dalam penanganan konflik manusia dengan satwa liar tersebut.

Baca juga  Terbitkan Surat Edaran, Bupati Berau Minta Seluruh Stakeholder Bantu Korban Banjir di Segah dan Kelay

“Penanganan buaya ini bukan lagi kewenangan pemerintah kabupaten sepenuhnya. Tapi, kami tetap membantu di lapangan karena menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Perubahan kewenangan itu merujuk pada Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2024 yang merupakan revisi dari UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Dalam aturan terbaru, penanganan konflik buaya muara, kini menjadi tanggung jawab Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang di daerah dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) provinsi.

Baca juga  Berkedok Pacaran, Pria di Teluk Bayur Tega Setubuhi Anak di Bawah Umur dan Ancam Sebar Video

Sebelumnya, kewenangan itu berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang merupakan bagian dari Kementerian Kehutanan.

Hingga saat ini belum ada tim ranger atau tim reaksi cepat dari KKP yang ditempatkan di wilayah Berau.

Tak hanya itu, tidak adanya penangkaran resmi buaya milik pemerintah juga membuat upaya evakuasi dan penanganan menjadi rumit.

Baca juga  Bukti Warga Berau Tajir-Tajir, Emas Perhiasan Jadi Juara Pendorong Inflasi

“Ini yang jadi kendala besar bagi kita saat penanganan di lapangan,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap bersinergi dengan berbagai instansi, seperti TNI, Polri, serta BKSDA Berau, untuk merespons setiap laporan masyarakat terkait kemunculan buaya.

“Kondisi saat ini sangat berisiko, karena habitat buaya semakin banyak di wilayah sungai yang juga digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Untuk itu kami imbau masyarakat agar lebih berhati-hati,” pungkasnya. (**)

Bagikan:
Berita Terkait