BERAU – Anggota Komisi III DPRD Berau, Saga menggelar dialog bersama warga Kampung Teluk Harapan, di Pulau Maratua pada Selasa (2/12/2025) lalu. Dialog tersebut dilakukan sebagai agenda serap aspirasi atau reses.
Dalam pelaksanaannya, persoalan soal abrasi yang terjadi di Pulau Maratua kembali menjadi isu yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Warga Teluk Harapan meminta adanya pembangunan dinding penahan abrasi.
Sayangnya, Saga harus memberikan kabar kurang menyenangkan kepada masyarakat. Dia menjelaskan bahwa tahun depan, Kabupaten Berau berhadapan dengan pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) yang membuat APBD Berau mengalami defisit.
“Kita memahami bahwa itu merupakan salah satu kebutuhan mendesak. Tapi kondisi keuangan yang ada membuat eksekusi program harus dilakukan dengan lebih selektif,” jelas Saga.
Dia menambahkan, pembangunan tanggul penahan abrasi harus dilakukan dengan perencanaan dan persiapan yang optimal. Seperti pembangunan tanggul penahan abrasi di Pulau Derawan tahun 2025. Meski anggaran tersedia, proyek itu tertahan karena persoalan sertifikasi lahan.
“Bukan kami tidak memperjuangkan. Ada regulasi baru dan pemangkasan anggaran yang membuat beberapa program tertunda. Jangan sampai kepala kampung disudutkan,” katanya mengingatkan.
Saga menegaskan tetap berdiri sebagai garis depan memperjuangkan kebutuhan abrasi dan infrastruktur pesisir, termasuk Maratua.
“Kondisi fiskal ini bukan hanya terjadi di Berau, tapi seluruh Indonesia. Tapi aspirasi Maratua tidak kami hilangkan dari pembahasan. Tetap menjadi prioritas,” pungkasnya. (adv)






