Didesak Pindah, Gibran Ajak DPR Sama-Sama Berkantor di IKN

diterbitkan: Kamis, 9 April 2026 10:06 WITA
Arsip foto - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Selasa (30/12/2025). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden/aa.

NUSANTARA TERKINI – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons santai desakan anggota dewan yang memintanya segera menempati Ibu Kota Nusantara. Ia justru mengajak seluruh elemen penyelenggara negara untuk ikut pindah ke pusat pemerintahan baru tersebut.

Sebelumnya anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Deddy Sitorus mendesak agar fasilitas yang sudah dibangun tidak dibiarkan menganggur. Gibran mengapresiasi masukan tersebut sembari melempar ajakan agar legislatif juga bersiap memindahkan markas mereka.

Baca juga  Di Aturan Baru, Ormas Lebih Leluasa Kelola Tambang: Tak Terbatas di PKP2B

“Nanti kita sama-sama berkantor di IKN,” kata Gibran pada Kamis (9/4/26).

Status ibu kota politik secara utuh akan sepenuhnya disandang oleh kawasan tersebut pada tahun dua ribu dua puluh delapan mendatang. Hal ini mewajibkan seluruh instrumen pemerintahan mulai dari eksekutif hingga legislatif berada di satu lokasi yang sama.

“Sehingga penyelenggaraan negara harus terpenuhi,” ujar Gibran.

Baca juga  Jembatan Mahakam Disebut Aman, DPRD Tetap Minta untuk Ditutup Sementara

Kesiapan Fasilitas Wakil Presiden

Tantangan balik dari orang nomor dua di Indonesia ini bukan gertakan kosong belaka. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono memastikan bahwa gedung dan fasilitas penunjang untuk wakil presiden sudah rampung tahun ini.

Bahkan roda birokrasi di kawasan tersebut sudah mulai berdenyut perlahan. Sejumlah staf sekretariat wakil presiden dilaporkan telah tiba dan mulai menjalankan tugas operasional mereka di sana.

Baca juga  Pegawai Otorita Mulai Berkantor di IKN Sejak Senin 3 Maret

Adapun wacana kepindahan ini memanas setelah para wakil rakyat menuntut agar aset negara yang dibangun segera difungsikan. Mereka meminta para pejabat tinggi negara memberikan contoh nyata dengan tinggal di kawasan tersebut.

“Uang negara itu barang,” ucap Deddy.

Bagikan:
Berita Terkait