Sempat Surut Sehari, Warga Tanjung Selor Kini Dihantui Banjir Kiriman dari Malaysia

diterbitkan: Kamis, 21 Mei 2026 10:54 WITA
BANJIR BULUNGAN
Arsip kondisi jalan protokol Tanjung Selor terdampak luapan Sungai Kayan 2025 lalu.(Foto : RRI Tarakan/Ramlan)

NUSANTARA TERKINI – Warga di pusat pemerintahan Kota Tanjung Selor kini harus kembali bersiap menghadapi genangan air yang mengepung permukiman mereka.

Debit air Sungai Kayan di Kabupaten Bulungan terpantau kembali melonjak naik secara mendadak setelah sempat menunjukkan tren surut dari banjir sehari sebelumnya pada Kamis (21/5/2026).

Akibat peningkatan volume air yang datang tiba-tiba tersebut sejumlah kawasan vital yang padat aktivitas penduduk kembali lumpuh terendam.

Beberapa lokasi yang terdampak cukup parah di antaranya adalah kawasan hunian dan pertokoan di sepanjang Jalan Kolonel Soetadji serta Jalan Durian.

Fenomena Air Kiriman Malaysia

Fenomena alam yang melanda ibu kota Provinsi Kalimantan Utara ini merupakan dampak dari kondisi geografis serta cuaca buruk di wilayah hulu sungai.

Baca juga  Bayang-bayang Kelumpuhan Sekolah di Daerah 3T Akibat Larangan Mengajar Guru Non-ASN

Volume air raksasa yang berlimpah ke wilayah hilir tersebut dikonfirmasi mengalir deras dari wilayah dataran tinggi negara tetangga Malaysia.

Kondisi ini membuat warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai merasa khawatir karena cuaca di Tanjung Selor sebenarnya sedang terik.

Sekretaris Provinsi Kaltara Denny Harianto memberikan analisis mengenai situasi tidak menentu ini dalam sebuah keterangan resmi.

“Kalau kita di Kaltara cuaca ini sulit diprediksi. Seperti hari ini cuacanya panas dan kita memasuki musim kemarau,” katanya.

Baca juga  Pasca Laka, Akhirnya Traffic Light Simpang Empat Unikaltar Tanjung Selor Diperbaiki

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara memastikan tidak akan menurunkan status kesiapsiagaan mereka di lapangan demi keselamatan warga setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah tingkat provinsi terus bersiaga penuh mengantisipasi segala kemungkinan buruk bersama petugas kabupaten dan kota.

Skema Pemetaan Logistik Evakuasi

Petugas penanggulangan bencana kini terus menjalin komunikasi intensif untuk memetakan kebutuhan logistik makanan serta tenda darurat bagi penduduk.

Rencana evakuasi massal juga sudah dipersiapkan secara matang apabila ketinggian air terus merangkak naik dan merendam rumah warga.

Pemerintah daerah juga mengimbau warga untuk segera mengamankan barang berharga serta melaporkan setiap perkembangan genangan di lingkungan mereka.

Baca juga  123 Desa di Kaltara Belum Berlistrik, Wagub Ingkong: Kita Terus Cari Alternatif

Denny Harianto menegaskan bahwa kesiapsiagaan sedia kala juga harus difokuskan pada potensi bencana lain selama musim kemarau ini.

Pihak berwenang meminta masyarakat segera berkoordinasi dengan aparat terdekat jika menemukan potensi bahaya lingkungan sekecil apa pun.

Denny Harianto menutup penjelasannya dengan meminta masyarakat dan petugas untuk saling aktif memberikan laporan.

“Sebenarnya bukan hanya banjir, potensi terjadinya kebakaran juga harus kita antisipasi. Intinya, apapun yang terjadi, itu dilaporkan, baik kepada kami di pemerintah, maupun kepada aparat agar ada tindakan cepat untuk apa yang bisa kita lakukan,” ujarnya.(*)

Bagikan:
Berita Terkait