NUSANTARA TERKINI,- Fenomena kelangkaan gas elpiji 3 kg atau gas melon yang sempat membuat kaum ibu di Kabupaten Berau panik menjelang Lebaran akhirnya mendapat respons cepat.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan turun tangan memastikan ketersediaan pasokan energi bersubsidi tersebut kembali stabil di pasaran.
Area Manager Communication Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun menegaskan bahwa, pihaknya terus memantau pergerakan distribusi gas melon di Bumi Batiwakkal.
Menyadari lonjakan konsumsi pada periode Ramadan dan menjelang Idulfitri, Pertamina kini menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Kabupaten Berau untuk meredam keresahan warga.
Langkah antisipasi terpadu yang tengah dimatangkan adalah pelaksanaan operasi pasar di sejumlah wilayah yang paling membutuhkan pasokan.
“Termasuk pelaksanaan operasi pasar di wilayah yang membutuhkan guna memastikan LPG 3 Kg dapat tetap diakses oleh masyarakat” terang Edi pada Minggu (15/3/2026).
Genjot Kapasitas Pengisian
Selain merencanakan operasi pasar, Pertamina juga mengambil tindakan taktis di lapangan dengan meningkatkan kapasitas operasional Stasiun Pengisian Bulk Elpiji di wilayah Berau.
Langkah ini dieksekusi guna memangkas antrean dan mempercepat proses penyaluran dari stasiun pengisian menuju ke agen maupun pangkalan.
Edi membeberkan bahwa, jumlah tenaga operator telah ditambah secara signifikan dari yang semula 26 orang kini menjadi 32 pekerja.
Penambahan tenaga operator ini diharapkan mampu mendongkrak drastis target volume penyaluran harian gas melon.
“Dengan target throughput harian meningkat menjadi sekitar 50 MT per hari, dari sebelumnya sekitar 38 MT per hari” urai Edi.
Beli di Pangkalan Resmi
Demi memutus mata rantai praktik culas para spekulan yang kerap memanfaatkan momen kepanikan warga Pertamina juga memberikan imbauan tegas.
Masyarakat diminta secara bijak untuk hanya membeli gas melon di pangkalan resmi, agar terhindar dari permainan harga. Dan tetap mendapatkan tarif sesuai Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Apabila warga masih menemukan kendala distribusi atau indikasi penimbunan dan penjualan di atas harga wajar, Edi meminta partisipasi aktif publik untuk segera bersuara.
Keluhan tersebut bisa dilaporkan langsung melalui Pertamina Contact Center 135 surel pcc135@pertamina.com atau melalui saluran media sosial resmi @pertamina135 agar tim terkait bisa langsung menindak tegas para pelaku di lapangan.(*)





