Fakta Menarik Arus Barang di Pelabuhan Berau Malah Turun Jelang Idulfitri

diterbitkan: Senin, 16 Maret 2026 08:30 WITA
Foto: Suasana Pelabuhan peti kemas Tanjung Redeb.

NUSANTARA TERKINI,- Menjelang perayaan Idulfitri arus distribusi logistik di Kabupaten Berau justru menunjukkan tren yang tidak biasa.

Jika pada tahun tahun sebelumnya aktivitas bongkar muat selalu melonjak tajam Pelabuhan Tanjung Redeb, kali ini malah terpantau sangat normal tanpa adanya tumpukan peti kemas yang berarti.

Direktur Utama PT Prima Mas Berau dan PT Prima Anugerah Sejahtera Nusantara, Nugrahi Mawan memastikan, seluruh operasional bongkar muat kebutuhan pokok berjalan dengan sangat lancar.

Pria yang akrab disapa Ahong itu membenarkan adanya perbedaan siklus pengiriman pada bulan suci Ramadan tahun ini.

Baca juga  Harga BBM Batal Naik, Direktur Eksekutif Indef Dorong Perbaikan Skema Subsidi

“Semua barang yang masuk ke Kabupaten Berau lancar” ungkap Ahong pada Minggu (15/3/2026).

Volume Logistik Susut Tiga Puluh Persen

Ahong membeberkan bahwa, anomali arus barang ini sangat bertolak belakang dengan kebiasaan pasar. Pada periode sebelum Ramadan, volume barang yang masuk ke Berau biasanya meroket hingga tiga puluh persen.

Namun anehnya, saat mendekati hari raya tren pengiriman justru melandai dan tidak menunjukkan grafik kenaikan sama sekali.

Baca juga  Jangan Dianaktirikan! Warga Kecamatan Jauh di Berau Juga Butuh Operasi Pasar LPG 3 Kg

“Kalau jumlah biasanya meningkat 30 persen. Ini cenderung rata rata tak ada peningkatan” terangnya.

Lebih mengejutkan lagi, Ahong mencatat bahwa volume distribusi saat ini malah mengalami penyusutan jika dikomparasikan dengan kondisi normal.

Penurunan pengiriman peti kemas tersebut diprediksi mencapai angka dua puluh hingga tiga puluh persen.

Stok Sembako Dijamin Aman Terkendali

Ketika ditanya mengenai penyebab lesunya aktivitas pelabuhan, Ahong menyebut hal itu murni dipicu oleh permintaan pengiriman barang yang memang sedang melandai dari pihak pengusaha.

Baca juga  PT PAMA Kembali Ajak 350 Anak Yatim Mengikuti Wisata Belanja Ramadan

Tidak ada kendala teknis kelangkaan armada maupun cuaca buruk yang menghambat kapal bersandar.

“Kalau distribusi meningkat biasanya karena permintaan pengiriman barang juga banyak. Tapi saat ini relatif biasa saja” paparnya.

Ia memberikan jaminan tegas, agar masyarakat Berau tidak perlu resah. Meski arus peti kemas di pelabuhan terpantau sepi kondisi tersebut sama sekali tidak akan mengganggu ketersediaan maupun stabilitas harga sembako di pasaran hingga hari kemenangan tiba. (*)

Topik:
Bagikan:
Berita Terkait