Gubernur Zainal Optimistis Kaltara Jadi Daerah Mandiri Pangan dan Berdaya Saing

diterbitkan: Selasa, 30 September 2025 08:44 WITA
Pembukaan Peda III petani nelayan di Kaltara, Senin (29/9/2025).

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang menerima penganugerahan tanda kehormatan Adhi Bhakti Tani Nelayan dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kaltara.

Penghargaan ini diberikan ke Gubernur Zainal saat mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman di pembukaan Pekan Daerah (PEDA) III Petani Nelayan Kaltara tahun 2025 di Tarakan, Senin (29/9/2025).

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas komitmen Gubernur Zainal dalam membangun sektor pertanian dan perikanan di Bumi Benuanta ini.

Baca juga  Swasembada Pangan 2027, Tahun Ini Kaltara Kejar Cetak 1.000 Hektare Sawah Baru

“Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran, kebersamaan, sekaligus ajang unjuk karya bagi petani, nelayan, pekebun, penyuluh, pelaku usaha, akademisi hingga pemerintah,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal optimistis melalui sinergi dan kolaborasi antara pusat dan daerah, instansi lintas sektoral serta seluruh elemen masyarakat, Kaltara akan tumbuh menjadi daerah yang mandiri pangan, serta berdaya saing.

“Mari kita berbagi pengalaman, memamerkan inovasi, mempererat persaudaraan dan menguatkan tekad membangun Kaltara yang lebih maju dan sejahtera,” tuturnya.

Baca juga  Terapkan e-Kinerja BKN, BKD Kaltara Dorong Budaya Kerja ASN Lebih Profesional dan Akuntabel

Adapun program yang telah dialokasikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Kaltara terdiri dari beberapa sektor. Untuk tanaman pangan, yaitu benih padi optimasi lahan 270 ton, benih padi gogo 200 ton, serta benih jagung 100 ton.

Kemudian sektor ketahanan pangan dengan Program Perkarangan Pangan Bergizi (P2B) tanaman pangan sebanyak 38.400 stek ubi jalar dan perkarangan pangan bergizi hortikultura 50 paket.

Baca juga  Karantina Kaltara Musnahkan 1,7 Ton Media Pembawa Tanpa Dokumen

Di sektor sarana dan prasarana pertanian berupa optimasi lahan beserta saprodi seluas 10.257 hektare, cetak sawah 7.000 hektare dan alat mesin pertanian untuk brigade pangan di kabupaten/kota se-Kaltara.

Terakhir, di sektor peternakan yaitu ayam petelur sebanyak 6.600 ekor beserta pakan dan vitamin bagi 11 kelompok tani dan vaksin PMK sebanyak 15.000 dosis. (**)

Bagikan:
Berita Terkait