Harga Cabai di Samarinda Makin Pedas Menuju Ramadan, Harga Ikan Turut Melonjak

diterbitkan: Rabu, 26 Februari 2025 07:35 WITA
Cabai jadi salah satu komoditas yang kerap mengalami kenaikan harga dan penyebab inflasi

SAMARINDA – Pemkot Samarinda melakukan pantauan atas ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang bulan suci Ramadan.

Dalam pantauan yang dilakukan di beberapa pasar di Samarinda, tim memeriksa harga cabai kecil, bawang merah dan putih, minyak goreng, beras, serta stok daging.

Selanjutnya, tim melanjutkan pengecekan ke pangkalan gas di Jalan DI Pandjaitan, dilanjutkan dengan inspeksi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Tanah Merah untuk memastikan ketersediaan gas elpiji 3 kg. Pengecekan terakhir dilakukan di gudang Bulog untuk memastikan stok beras yang tersedia.

Baca juga  Empat Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Perusda Kaltim PT BKS Jalani Sidang Tuntutan

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pantauan harga cabai kini mencapai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram (Kg), melonjak dari sebelumnya Rp40 ribu per Kg.

“Kami menemukan indikasi adanya permainan distribusi yang menyebabkan harga naik drastis. Untuk itu, Pemkot telah menginstruksikan Varia Niaga agar memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil cabai, seperti Sulawesi,” ujar Marnabas.

Baca juga  Syarat Bantuan Pemerintah, UMKM Berau Wajib Punya NIB

Selain cabai, harga ikan di Pasar Segiri juga mengalami kenaikan. Ikan layang yang sebelumnya dijual Rp28 ribu kini mencapai Rp33 ribu per Kg. Begitu pula dengan ikan gembong dan ikan bete-bete, yang masing-masing naik dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per Kg.

Untuk mengendalikan harga ikan, Pemkot Samarinda telah meminta instansi terkait untuk segera menggelar operasi pasar.

Baca juga  Harga Cabai Rawit di Berau Tembus Rp180 Ribu per Kg, Butuh Intervensi Pemerintah

Bagikan:
Berita Terkait