Tampilan Menggoda Tapi Bahaya? BBPOM Pastikan Takjil Berau Bebas Bahan Bebahaya

diterbitkan: Rabu, 25 Februari 2026 03:39 WITA
Foto: Dinas Kesehatan Berau dan BBPOM Kaltim saat melakukan uji sampel makanan di Masjid Agung Baitul Hikmah.

NUSANTARA TERKINI – Aneka warna-warni takjil yang tersaji di Pasar Ramadan Masjid Agung memang menggugah selera. Namun di balik tampilan visual yang menggoda tersebut potensi bahaya bahan kimia seringkali mengintai para pemburu menu berbuka puasa.

Kecurigaan inilah yang mendasari langkah Dinas Kesehatan Kabupaten Berau bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Samarinda menggelar inspeksi mendadak. Tim gabungan menyisir lapak pedagang untuk berburu sampel makanan yang dicurigai mengandung zat berbahaya, Selasa (24/2/2026).

Baca juga  Sikapi Teror Buaya di Berau, Bupati Sri Cari Lokasi Strategis untuk Tempat Penangkaran

Pfm Ahli Muda BBPOM Samarinda Akhmad Kamaluddin menjelaskan bahwa target operasi kali ini sangat spesifik. Petugas tidak mengambil sampel secara acak melainkan fokus pada produk pangan yang memiliki ciri fisik mencurigakan.

“Kami melakukan pengambilan sampel terhadap produk yang secara fisik memiliki ciri mencurigakan seperti warna terlalu mencolok merah atau kuning terang serta tekstur yang berpotensi mengandung bahan dilarang,” ujar Akhmad.

Deteksi Cepat Empat Parameter

Dalam operasi pengawasan ini tim membawa perlengkapan uji cepat atau rapid test kit langsung ke lokasi. Metode ini memungkinkan petugas mengetahui kandungan kimia dalam makanan hanya dalam hitungan menit tanpa harus menunggu hasil laboratorium yang lama.

Baca juga  Tiga Bulan Melarikan Diri, Penyebar Video Asusila Pelajar di Berau Ditangkap di Jember

Empat musuh utama keamanan pangan menjadi target pencarian tim sore itu. Keempatnya adalah formalin, boraks, rhodamin B (pewarna tekstil merah), dan metanil yellow (pewarna tekstil kuning).

Meski petugas telah menargetkan makanan dengan tampilan visual yang “mencurigakan”, hasil pengujian di lapangan membawa kabar melegakan. Seluruh sampel yang diuji dinyatakan negatif dari kandungan bahan kimia berbahaya.

Baca juga  ATR/BPN Tegaskan, Eigendom Verponding tak Lagi Berlaku Sebagai Hak Kepemilikan Lahan

“Dari hasil pengujian lapangan hari ini tidak ditemukan kandungan bahan kimia berbahaya. Seluruh sampel yang kami uji aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengawasan maraton selama tiga hari yang dilakukan Dinkes dan BBPOM. Langkah mitigasi ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat Berau dalam menikmati sajian kuliner selama bulan suci Ramadan.

Bagikan:
Berita Terkait