NUSANTARA TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau kini tengah memusatkan perhatian pada pengembangan wisata sejarah dengan fokus utama pada kawasan Kota Tua Teluk Bayur.
Area yang sarat akan nilai historis ini baru saja melewati tahap revitalisasi dan dipersiapkan menjadi ikon baru pariwisata di Bumi Batiwakkal.
Kawasan Kota Tua Teluk Bayur diproyeksikan memiliki fasilitas penunjang yang lengkap, mulai dari bioskop hingga museum.
Meski demikian, Disbudpar mengakui saat ini aktivitas wisata di lokasi tersebut belum sepenuhnya maksimal dan masih dalam tahap pengembangan intensif.
“Wisata sejarah sepertinya kita masih coba mengembangkan Kota Tua dulu ya, karena Kota Tua juga sebenarnya belum aktif ya, belum terlalu aktif gitu, baru sekadar wisata walking tour yang dibawa di paket wisatanya Pokdarwis,” kata Plt Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, Senin (2/3/2026).
Salah satu fokus utama saat ini adalah percepatan pembangunan museum Kota Tua.
Mengingat proses konstruksi dilakukan secara bertahap, pemerintah daerah berencana menjalin kolaborasi dengan berbagai stakeholder terkait.
Termasuk di antaranya merangkul perusahaan tambang yang beroperasi di Berau untuk berkontribusi, baik dalam pembangunan fisik maupun pengisian koleksi museum nantinya.
“Nah karena pembangunannya ini bertahap, kita juga sambil menunggu, belum selesai ya semua pembangunannya revitalisasinya,” ujarnya.
Selain museum, kawasan ini menyimpan potensi daya tarik lain yang sangat diminati pencinta wisata sejarah, yakni keberadaan makam peninggalan era Belanda.
Tak hanya itu, pemerintah juga memiliki visi untuk mentransformasi pasar lokal di sekitar lokasi agar memiliki suasana yang selaras dengan tema Kota Tua Teluk Bayur, sehingga tercipta harmoni visual dan pengalaman bagi wisatawan.
Keberhasilan pengelolaan kawasan ini nantinya akan sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia di lapangan.
Disbudpar kini tengah menantikan inisiatif dari pihak Kecamatan Teluk Bayur untuk membentuk tim pengelola daya tarik wisata yang solid.
“Kami juga sambil menunggu dari teman-teman di Teluk Bayur ya, yang mungkin nanti akan dipimpin oleh Pak Camat untuk membentuk tim pengelola daya tarik wisata Kota Tua, seperti itu,” ungkapnya.
Rencananya, tim pengelola tersebut akan melibatkan gabungan dari unsur pemuda dan berbagai komunitas lokal.
Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan manajemen yang profesional dan kreatif.
“Supaya nanti ketika semuanya sudah siap, pengelolanya juga siap, nah ini akan berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Adv)





