Jaga Stabilitas Harga Ramadan, Tim Gabungan Berau Bakal Sidak Pasar Akhir Februari

diterbitkan: Senin, 16 Februari 2026 11:56 WITA
Foto: Aktivitas transaksi di Pasar Sanggam Adji Dilayas, Berau

BERAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau bergerak cepat mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadan. Tim gabungan lintas lembaga berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran ke sejumlah pasar dan titik distribusi sembako pada akhir Februari 2026.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rakhmadi Pasarakan, menegaskan bahwa pengawasan ini akan melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Polda Kaltim, serta unsur terkait di daerah. Langkah ini merupakan strategi rutin untuk memastikan masyarakat mendapatkan harga yang adil dan pangan yang sehat.

Baca juga  Sukses Ekspor 10 Ton Kakao ke Prancis, Pemkab Berau Siapkan Agrowisata Kakao

“Sidak ini fokus pada dua hal utama, yaitu pengendalian harga dan keamanan pangan,” ujar Rakhmadi, belum lama ini.

Waspadai Lonjakan Harga Beras

Dalam pengawasan kali ini, pemerintah menaruh perhatian ekstra pada sejumlah komoditas strategis, terutama beras. Rakhmadi menyebutkan bahwa meskipun harga beberapa bahan seperti bawang cenderung fluktuatif, stabilitas harga beras menjadi harga mati yang harus mereka jaga.

Baca juga  MUI Berau: Hormati Non-Muslim, Warung Makan Tak Perlu Tutup

“Untuk komoditas seperti bawang memang naik turun. Tapi beras ini yang kita jaga betul agar tetap normal harganya,” tegasnya.

Lindungi Warga dari Praktik Curang

Selain memantau label harga, tim gabungan juga akan memeriksa kelayakan konsumsi produk yang beredar di pasaran. Pengawasan intensif ini bertujuan melindungi warga dari potensi peredaran bahan pangan kedaluwarsa atau praktik curang oknum pedagang yang ingin meraup untung tidak wajar di tengah momentum hari besar keagamaan.

Baca juga  SPBU Tak Buka 24 Jam, Pedagang Eceran Jadi Penyelamat Pekerja Subuh di Berau

Rakhmadi mengingatkan para pedagang di Berau agar mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami tidak ingin ada oknum memanfaatkan situasi Ramadan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Dengan pengawasan ini, kami berharap ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga Idulfitri nanti,” pungkasnya.


Bagikan:
Berita Terkait