NUSANTARA TERKINI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau terus berpacu dengan waktu untuk memenuhi target operasional rumah sakit baru pada Mei 2026 mendatang.
Saat ini, fokus utama dialihkan pada pemenuhan sarana prasarana, terutama pengadaan alat kesehatan (alkes) yang menjadi komponen vital pelayanan.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengungkapkan bahwa secara umum kesiapan operasional rumah sakit tersebut diperkirakan telah mencapai angka 60 persen.
Meskipun angka ini merupakan estimasi umum, pihaknya terus bergerak paralel menyelesaikan seluruh dokumen persyaratan dan proses lelang.
Tantangan Item Alkes yang Kompleks
Lamlay mengakui bahwa pengadaan alkes merupakan tantangan tersendiri dalam persiapan ini. Hal ini disebabkan oleh banyaknya item yang harus disediakan serta diperlukannya ketelitian tinggi dalam proses lelang agar sesuai dengan spesifikasi medis dan regulasi yang berlaku.
“Secara progres sampai saat ini, apakah sudah lelang atau belum pengadaannya? Sudah, on-process. Karena itemnya sangat banyak. Kami berupaya sesuai dengan arahan Ibu Bupati bulan Mei,” jelas Lamlay saat memberikan keterangan pada Senin (30/3/2026)
Pihaknya juga memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari bagian pengadaan barang dan jasa hingga manajemen rumah sakit terkait, untuk menyiapkan minimal 25 dokumen persyaratan utama operasional.
Persiapan Tenaga Kesehatan
Selain persoalan fisik dan alat medis, Dinkes Berau juga tengah melobi Kementerian Kesehatan terkait pemenuhan tenaga kesehatan (nakes). Lamlay menyebut bahwa peluang untuk mendapatkan restu rekrutmen nakes baru sangat besar, mengingat anggaran daerah sudah tersedia.
“Kalau dari sisi regulasi sih, kami sudah komunikasi dengan pihak Kementerian Kesehatan. Peluangnya besar. Cuma pada saat kita bicara peluang, persyaratan dokumen itu harus dilengkapi. Itu harga mati,” tegasnya.
Sinergi Lintas Level Pemerintahan
Pembangunan dan pengoperasian rumah sakit ini merupakan kerja kolaboratif berskala luas yang melibatkan Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, hingga level pusat. Sinergi ini diperlukan untuk memastikan fungsi operasional tidak mengalami kendala teknis maupun administratif di kemudian hari.
Guna memberikan gambaran yang lebih jernih kepada masyarakat, Lamlay menjanjikan akan memaparkan data progres yang lebih mendetail dalam sesi rilis resmi pada awal April mendatang.
“Fungsi kami sebagai leading untuk operasional rumah sakit, berusaha mengawal semua persyaratan dipenuhi. Kami minta semua pihak melihat progres ini secara utuh,” pungkasnya. (Andrikni/Nusantaraterkini)





