Kaltim Kian Digital! Pengguna QRIS Tembus 850 Ribu Orang, BI Catat Uang Masuk Rp2,9 Triliun

diterbitkan: Minggu, 29 Maret 2026 08:12 WITA
Wisatawan di Pulau Derawan saat melakukan pembayaran menggunakan QRIS.

NUSANTARA TERKINI – Tren digitalisasi sistem pembayaran di Kalimantan Timur terus menunjukkan lompatan positif di awal 2026.

Masyarakat dan pelaku usaha di Bumi Etam kini semakin akrab dengan transaksi non-tunai, yang terlihat dari grafik penggunaan QRIS yang terus meroket.

Berdasarkan data terbaru, ekosistem ekonomi digital di wilayah ini tidak hanya tumbuh, tetapi mulai menjadi gaya hidup baru yang mendominasi aktivitas pasar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengungkapkan, hingga Januari 2026, jumlah pengguna QRIS di Kaltim telah menyentuh angka 859,2 ribu orang.

Pencapaian ini menandai pertumbuhan konsisten jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025 yang berada di angka 850,8 ribu pengguna.

Baca juga  Dishub Berau Upayakan Kapal Penumpang Hadir Kembali di Pelabuhan Teluk Sulaiman

Kenaikan jumlah pengguna ini menjadi indikasi kuat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan efisiensi pembayaran digital semakin tinggi.

Sejalan dengan bertambahnya pengguna, jumlah pedagang atau merchant yang mengadopsi sistem QRIS juga mengalami ekspansi yang signifikan.

Tercatat, jumlah pelaku usaha yang menggunakan QRIS meningkat dari 798,2 ribu pada akhir tahun lalu menjadi 808,0 ribu merchant pada awal tahun ini.

Transformasi ini membuktikan para pelaku usaha di Kaltim, mulai dari skala mikro hingga besar, semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi finansial.

Baca juga  Penjelasan Lengkap Syarifuddin Israil Terkait Sasaran Zakat yang Sering Keliru

Jajang menekankan, perluasan jaringan merchant ini merupakan tulang punggung dalam memperkuat sistem ekonomi daerah yang lebih modern.

“Ekspansi merchant QRIS ini sangat krusial untuk memperkuat ekosistem transaksi non-tunai, sekaligus mendukung efisiensi ekonomi daerah,” kata Jajang dikutip Nusantara Terkini, Minggu (29/3/2026).

Dengan ekosistem yang semakin luas, biaya transaksi dapat ditekan dan transparansi keuangan di tingkat pedagang menjadi lebih terjaga.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga memantau dinamika peredaran uang kartal di sektor perbankan Bumi Mulawarman.

Pada periode Januari 2026, kondisi aliran uang menunjukkan posisi net inflow atau arus masuk bersih yang cukup besar. 

Baca juga  Pemudik Tak Perlu Waswas, Polisi Berau Siap Blusukan Jaga Rumah Warga

Fenomena ini menandakan uang yang kembali masuk ke sistem perbankan lebih besar dibandingkan uang yang ditarik oleh masyarakat, yang biasanya terjadi pasca-musim libur akhir tahun.

Total peredaran uang di perbankan pada periode tersebut mencatatkan net inflow sebesar Rp2,9 triliun.

Angka ini menjadi sinyal positif bahwa likuiditas perbankan di Kaltim tetap terjaga dengan sangat baik untuk mendukung pembiayaan ekonomi di bulan-bulan mendatang.

Menurut Jajang, kondisi ini mencerminkan dinamika aktivitas ekonomi masyarakat yang tetap kuat, meskipun pola transaksinya kini mulai bergeser secara masif ke ranah digital. (*)

Bagikan:
Berita Terkait