SAMARINDA – Ruas jalan poros yang menghubungkan Samarinda dan Balikpapan kembali mengalami longsor. Longsor tersebut terjadi di Kilometer (KM) 28 Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara.
Padahal sebelumnya, ruas tersebut sudah pernah mengalami perbaikan usai longsor beberapa waktu lalu. Siituasi ini pun menuai perhatian dari berbagai pihak, termasuk DPRD Kaltim.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi meminta Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim untuk bisa melakukan penanganan permanen. Dari laporan yang diterima, BPPJN sempat melakukan perbaikan sementara dengan menghampar batu di lokasi longsor, yang juga telah dikoordinasikan dengan kepala desa setempat.
“Ini jelas jadi catatan penting bagi kami di Komisi III. Jadi kami berharap bisa segera dilakukan penanganan, dan kalau bisa yang sifatnya permanen,” terangnya.
Di kalangan masyarakat, muncul berbagai pertanyaan terkait penyebab longsor di ruas tersebut. Salah satu dugaan yang berkembang adalah adanya pengaruh aktivitas pertambangan di sekitar lokasi.
Meski demikian, pihaknya mengatakan belum dapat menyimpulkan penyebab tersebut secara pasti. Komisi III DPRD Kaltim telah menyurati Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Inspektur tambang sudah turun ke lapangan, namun hingga kini Komisi III belum menerima laporan resmi hasil pemeriksaan tersebut.
Reza berharap ke depan BPPJN dapat melakukan rekonstruksi jalan secara permanen, bukan sekadar perbaikan sementara. Sejumlah opsi teknis yang bisa dipertimbangkan, seperti pembangunan turap, penggunaan tiang pancang, atau skema lain agar jalan tidak mudah rusak kembali.
“Harapan kami, tahun depan ada perbaikan permanen. Jangan hanya sementara, tapi betul-betul solusi jangka panjang,” tutupnya.






