NUSANTARA TERKINI — Target kunjungan wisatawan di Kabupaten Berau menunjukkan tren yang sangat positif setiap tahunnya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengungkapkan, angka kunjungan selalu berada di atas rata-rata yang ditetapkan.
Bahkan, capaian tahun ini telah meningkat lebih dari 100 persen meskipun baru memasuki bulan keempat.
Kepala Bidang Bina Pemasaran dan Kerja Sama Disbudpar Berau, Endah Puspita Sari, menilai penetapan target awal terlalu rendah.
Fakta di lapangan membuktikan, jumlah wisatawan yang datang sudah melampaui angka 100 persen sejak awal tahun.
Hal ini menunjukkan daya tarik wisata Berau yang semakin kuat bagi pelancong lokal maupun mancanegara.
Endah memprediksi angka ini akan terus melonjak berkali-kali lipat saat dikalkulasikan hingga Desember mendatang.
Peningkatan pesat ini terutama dirasakan pada momen liburan lebaran yang baru saja berlalu.
Menariknya, Berau tetap mencatatkan puncak kunjungan saat periode Januari hingga Maret yang biasanya merupakan masa low season.
Pembangunan infrastruktur baru turut menjadi faktor penentu dalam menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke objek wisata.
Keberadaan Jembatan Nibung menjadi salah satu pendukung aksesibilitas yang memberikan dampak nyata pada jumlah kedatangan.
Kemudahan akses ini membuat wisatawan lebih antusias untuk mengeksplorasi keindahan alam di Bumi Batiwakkal.
“Dengan adanya juga Jembatan Nibung itu kan kemarin itu luar biasa, jadi peningkatan,” katanya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari strategi pemasaran daring maupun luring yang dijalankan secara konsisten.
Media sosial menjadi instrumen utama yang memberikan pengaruh paling besar dalam menarik minat wisatawan.
Selain itu, iklan digital di dalam dan luar daerah juga memperkuat brand produk kuliner khas Berau.
Meskipun banyak destinasi wisata di Berau yang sudah sangat populer, upaya promosi tetap menjadi prioritas utama.
Hal ini dilakukan agar para wisatawan tertarik untuk datang kembali dan mengajak orang lain berkunjung.
Konsistensi promosi sangat penting untuk menjaga eksistensi pariwisata daerah di tengah persaingan destinasi global.
“Berau itu walaupun sudah terkenal tetap kita promosikan supaya selalu melekat di alam bawah sadar para wisatawan,” pungkas Endah. (Adv)






