TANJUNG REDEB – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) digelar dengan berbagai rangkaian.
Salah satunya dengan meluncurkan Kamus Besar Bahasa Banau. Langkah ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sebagai bentuk upaya konkret untuk melestarikan ahasa daerah atau kearifan lokal Bumi Batiwakkal— nama lain dari Berau.
Kamus ini akan menjadi bahan ajar di sekolah yang ada di Berau. Sebagai langkah awal, lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di empat kecamatan yang ada di Berau telah ditunjuk sebagai lokasi percontohan penerapan muatan lokal Bahasa Banua.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim penyusun Kamus Besar Bahasa Banau ini,” ujar Bupati Berau, Sri Juniarsih di sela peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di GOR Pemuda Tanjung Redeb pada Selasa (25/11/2025).
Bupati perempuan pertama Berau ini mengatakan, ini merupakan langkah yang sangat baik dari Dinas Pendidikan (Disdik) Berau agar jangan sampai bahasa daerah Berau ini tergantikan dan kehilangan penuturnya.
“Semoga peluncuran kamus ini dapat menjadi penguat dalam menjaga eksistensi Bahasa Banua, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus menuturkan Bahasa Banau ini sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah,” tuturnya.
Selain itu, acara puncak Hari Guru Nasional ini juga dirangkai dengan pelantikan Dewan Pendidikan Berau serta penandatanganan prasasti peresmian Koperasi PGRI Sanggam Barintak. Kehadiran dari koperasi ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi para guru. (*/adv)






