NUSANTARA TERKINI – Tembok tebal dan jeruji besi Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Tanjung Redeb seolah runtuh sejenak oleh kehangatan suasana kekeluargaan. Isak tangis bahagia pecah saat para warga binaan dipertemukan kembali dengan orang-orang tercinta mereka.
Momen langka ini terjadi dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar pada Sabtu (21/2/26). Program bertajuk MESRA atau Momen Bersama Keluarga ini menjadi oase di tengah masa pidana bulan Ramadan.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb Rian Permana menyebut kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan yang menyentuh sisi kemanusiaan. Pihaknya ingin menghadirkan dukungan moral nyata bagi mereka yang sedang menjalani masa hukuman.
“Kami ingin mereka tetap merasakan dukungan moral dari keluarga, khususnya di bulan Ramadan yang penuh makna,” kata Rian, Senin (23/2/26).
Energi Positif dari Keluarga
Inisiatif ini datang dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Timur dan Utara. Program dilaksanakan serentak untuk memberikan energi positif bagi proses rehabilitasi narapidana.
Pertemuan langsung dengan orang tua, pasangan, maupun anak diyakini mampu membangkitkan semangat hidup warga binaan. Meski bernuansa kekeluargaan, Rian memastikan aspek pengamanan tetap menjadi prioritas utama.
Petugas tetap siaga memantau jalannya kegiatan agar tetap tertib tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah. Keseimbangan antara hak asasi dan prosedur keamanan menjadi kunci pelaksanaan acara ini.
“Kami tetap menerapkan prosedur keamanan yang berlaku. Namun di sisi lain, kami juga ingin memastikan hak-hak pembinaan warga binaan terpenuhi,” ujarnya.
Mengobati Rindu
Salah satu perwakilan keluarga mengaku sangat bersyukur bisa bertatap muka dan menyantap hidangan buka puasa bersama. Kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melepas rindu yang selama ini tertahan.
“Kami sangat berterima kasih. Momen ini sangat berarti bagi kami bisa kembali berkumpul walau dalam suasana yang berbeda,” ungkapnya.
Rian menambahkan bahwa program ini akan dijadwalkan secara berkala selama bulan suci Ramadan. Tujuannya agar warga binaan memiliki motivasi kuat untuk memperbaiki diri sebelum bebas nanti.
“Harapan kami, hubungan keluarga tetap terjaga. Mereka juga memiliki semangat baru untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” pungkas Rian.(*)





