BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih, menyentil minimnya kontribusi pengelola hotel dalam mempromosikan produk lokal. Dari sedikitnya 13 hotel besar yang beroperasi di Bumi Batiwakkal, baru dua hotel yang secara konsisten menyediakan ruang bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di area lobi mereka.
Menurut Sri Juniarsih, hotel seharusnya tidak hanya menjadi tempat singgah atau sekadar penyedia kasur bagi wisatawan. Hotel memiliki posisi strategis untuk menjadi gerbang promosi sekaligus memudahkan tamu mendapatkan buah tangan khas daerah tanpa harus keluar gedung.
“Biasanya wisatawan yang mau pulang itu mencari yang praktis atau cepat. Jika mereka tidak punya waktu keluar, mereka bisa mendapatkan oleh-oleh langsung di lobi hotel tempat menginap,” ujar Sri Juniarsih, Senin (16/2/2026).
Peluang Besar yang Belum Tergarap
Bupati menegaskan bahwa kehadiran pojok UMKM di hotel membuka peluang ekonomi yang sangat besar. Dengan menjadikan hotel sebagai titik temu antara wisatawan dan produk lokal, UMKM Berau dapat naik kelas dan menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan wisatawan.
Namun, ia mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak abai terhadap standar produk. Ia meminta para perajin dan produsen makanan lokal memperhatikan kualitas serta estetika kemasan.
“Yang utama, produk tersebut harus mencerminkan citra daerah, mulai dari kualitas rasa hingga kemasan yang menarik,” terangnya.
Dorong Sinergi Perhotelan dan UMKM
Pemkab Berau kini terus mendorong para pelaku usaha perhotelan lainnya untuk segera menyusul langkah dua hotel yang sudah lebih dulu kooperatif. Sinergi ini dianggap sebagai bentuk dukungan nyata sektor industri terhadap ekonomi kerakyatan.
Jika seluruh hotel besar di Berau terlibat, produk unggulan seperti terasi, kerupuk ikan, hingga kerajinan tangan khas Berau akan semakin mudah menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini sekaligus memberikan nilai tambah bagi hotel itu sendiri karena menawarkan fasilitas belanja yang memudahkan para tamu mereka.(*)





