Puncak Hujan dan Ancaman Banjir Rob Jelang Nataru, Warga Kaltim Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

diterbitkan: Rabu, 3 Desember 2025 02:11 WITA
Tangkapan layar CCTV di Simpang Lembuswana kala hujan deras mengguyur Samarinda, Juli 2025 lalu (DOK)

SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan terjadi puncak musim hujan di beberapa Zona Musim (ZOM) di Kaltim.

Puncak hujan tersebut diperkirakan akan memicu terjadinya cuaca ekstrem, dan bencana hidrometeorologi. Masyarakat pun diminta untuk meningkatkan kewaspdaannya selama puncak hujan. Sementara di wilayah pesisir, masyarakat juga berpeluang berhadapan dengan Banjir Rob.

Baca juga  Bupati Sri Juniarsih Jadi Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat Terbaik

“Jadi Pemprov Kaltim baru melaksanakan rapat bersama BPBD. Kita bahas soal potensi hujan, curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi di Desember ini,” kata Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.

Seno mengingatkan potensi hujan lebat ini tentu akan berdampak pada sejumlah wilayah di Kaltim, terutama daerah yang sangat rawan banjir. Ia juga meminta Pemerintah kabupaten/kota agar berkoordinasi secara intens untuk menghadapi potensi curah hujan tinggi tersebut.

Baca juga  Dugaan Korupsi DBON, Eks Wali Kota Bontang Diperiksa Kejati Kaltim

“Tetap waspada, sebelum terjadi curah hujan tinggi, paling tidak bisa mencari tempat yang lebih aman. Kita akan terus memberikan edukasi terhadap masyarakat perihal ini,” ungkapnya.

Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan, Bapak Kukuh Ribudiyanto, turut menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.

“Makin ke arah Desember tentu trennya adalah naik (curah hujan). Walaupun dari cuaca ekstrem ada beberapa waktu lalu terjadi cuaca ekstrem yang ujiannya menyebabkan terkenangnya beberapa wilayah di Balikpapan dan di Samarinda,” ungkap Kukuh.

Baca juga  Berau Alami Perubahan Cuaca Ekstrem, Imbauan dan Pengumuman Diharapkan Bisa Sampai ke Tingkat Kecamatan

Ia menambahkan, peningkatan kejadian cuaca ekstrem juga telah terdata, seiring dengan kenaikan suhu rata-rata di Samarinda sebesar 1,5 derajat Celsius akibat perubahan lingkungan.

Bagikan:
Berita Terkait