NUSANTARA TERKINI – Anggota Komisi II DPRD Berau Sakirman meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Perhatian khusus ditujukan pada potensi peredaran uang palsu selama momen Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Lonjakan aktivitas ekonomi dan transaksi jual beli di pasar tradisional kerap dimanfaatkan oleh oknum kejahatan. Situasi tersebut dinilai sangat rentan menjadi celah masuknya uang tidak sah ke tangan warga.
“Kondisi ini tentu berpotensi rawan dimanfaatkan untuk peredaran uang palsu,” ujarnya Jumat (27/2/26).
Antisipasi Kelengahan Pedagang Kecil
Kelompok yang dinilai paling rentan menjadi korban penipuan ini adalah pelaku usaha mikro dan pedagang kecil. Kondisi pasar yang padat pembeli sering kali membuat ketelitian mereka berkurang saat menerima pembayaran.
Transaksi yang berlangsung cepat sering membuat pedagang mengabaikan pengecekan keaslian uang pecahan besar. Oleh sebab itu mereka disarankan memiliki alat pendeteksi khusus agar tidak menanggung kerugian.
“Jangan sampai karena lengah kita justru merugi,” paparnya.
Selain imbauan kepada pedagang aparat penegak hukum juga diminta turun tangan memperketat pengawasan. Patroli rutin di pusat keramaian dan lokasi penukaran uang dinilai efektif mencegah aksi kejahatan.
Kewaspadaan bersama diharapkan mampu menciptakan suasana ibadah dan perayaan yang aman dari pihak tidak bertanggung jawab. Momen suci ini sepatutnya membawa kebaikan bagi semua pihak tanpa adanya kerugian materi.
“Momentum Ramadan dan Lebaran harus menjadi waktu yang penuh berkah,” pungkasnya.(*)





