Sempat Kabur Ke Jember, Bendahara Koperasi di Bulungan Ditangkap karena Gunakan Uang Kas untuk Judol

diterbitkan: Selasa, 11 Maret 2025 08:40 WITA
Bendahara Koperasi di Bulungan berinisial MFF (baju oranye) yang diamankan karena menggelapkan uang koperasi.

TANJUNG SELOR – Setelah sempat melarikan diri ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, bendahara Koperasi Sejahtera Mantalapan di Desa Sekatak Buji, Kecamatan Sekatak, Bulungan akhirnya berhasil diamankan jajaran Satreskrim Polresta Bulungan.

Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Kasat Reskrim AKP Irwan mengatakan, penggelapan dalam jabatan yang dilakukan pelaku berinisial MFF ini pada Selasa (19/11/2024) lalu. Awalnya MFF sempat melarikan diri setelah diminta untuk mengembalikan dana yang diambil dari koperasi tersebut.

“Itu terungkap setelah salah satu staf akuntan perusahaan dan sekretaris koperasi itu melakukan audit data keuangan koperasi pada bendahara koperasi itu,” ujarnya, Selasa (11/3/2025).

Baca juga  3 Juta Jiwa Terselamatkan, Polda Kaltara Sita 150 Kg Sabu Selama Tiga Bulan

Ia menjelaskan jika sekretaris koperasi menemukan bahwa data penarikan dari bank

BPD tidak sesuai dengan laporan kepadanya. Sehingga pihak pengurus koperasi mencoba meminta klarifikasi dengan menghubungi MFF melalui chat WhatsAap dan mengirimkan surat.

“Namun saat menanyakan soal ketidaksesuaian data penarikan dana koperasi, yang bersangkutan sudah tidak mau merespon dan hilang kontak,” paparnya.

Baca juga  Kerap Resahkan Nelayan Lokal, Pos AL Tanjung Batu Amankan 15 Manusia Perahu

AKP Irwan menyebutkan atas kejadian tersebut Koperasi Sejahtera Mantalapan mengalami kerugian sebesar Rp 640.432.000. Setelah melakukan penyelidikan, pelaku ternyata melarikan diri ke Pulau Jawa.

“Berkat keterangan pengurus koperasi ini, kami berhasil mengamankan pelaku di Jember,” sebutnya.

Telah diamankan beberapa barang bukti dari penangkapan MFF, di antaranya 7 lembar rekening koran Bank Bankaltimtara periode 2024, selembar bukti transfer melalui Livin Mandiri, 3 lembar SK penetapan Koperasi Sejahtera Mantalapan, kemudian selembar hasil audit internal Koperasi Sejahtera Mantalapan dan 2 lembar catatan pinjaman Koperasi Sejahtera Mantalapan.

Baca juga  Oknum Guru SMK di Malinau Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Terhadap Siswi

“Dalam melakukan perbuatannya pelaku memanfaatkan jabatanya untuk melakukan penarikan uang di bank dengan jumlah lebih dari jumlah pengajuan pinjaman anggota koperasi. Itu dilakukan karena tergiur dengan adanya permainan judi online,” ungkapnya.

Dia menambahkan persangkaan pasal terhadap MFF telah memenuhi pemenuhan unsur pasal 184 KUHAP atau terpenuhinya 2 alat bukti yang cukup tentang penggelapan dengan pemberatan/penggelapan dalam jabatan, yaitu Pasal 374 KUHpidana di ancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun. (**)

Bagikan:
Berita Terkait