BERAU – Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau dalam membenahi konektivitas antarwilayah terlihat nyata sepanjang tahun 2025. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR Berau), anggaran jumbo senilai lebih dari Rp1 triliun telah dikucurkan untuk mempercantik infrastruktur jalan dan jembatan di 13 kecamatan.
Total panjang penanganan yang berhasil direalisasikan mencapai 170,987 kilometer. Proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi pendanaan dari APBD Berau, Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim, hingga dana Inpres Jalan Daerah (IJD) dari APBN.
Rincian Sumber Anggaran Pembangunan Jalan Berau
Keberhasilan pembangunan jalan Kaltim, khususnya di wilayah Berau, didukung oleh skema pembiayaan lintas sektor:
-
APBD Berau (Murni & Perubahan): Rp598 Miliar.
-
Bankeu Pemprov Kaltim: Rp337,6 Miliar.
-
APBN (Inpres Jalan Daerah): Rp68 Miliar.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan bahwa pekerjaan mencakup pengaspalan, penggunaan rigid beton, hingga peningkatan kualitas badan jalan di wilayah pedalaman.
Prioritas Jalan Pariwisata dan Jalur Vital Pedalaman
Dari total penanganan, sekitar 27 kilometer telah dilapisi aspal mulus. Fokus utama pengaspalan dilakukan pada jalur-jalur strategis penunjang sektor pariwisata, seperti:
-
Ruas Kampung Teluk Sumbang hingga Tanjung Perempat (Kecamatan Biduk-biduk).
-
Poros Lobang Klatak – Kalindakan.
-
Jalan Poros Muara Lesan (Kecamatan Kelay) sebagai jalur distribusi hasil panen.
“Untuk wilayah pedalaman seperti Hulu Kelay hingga Long Duhung, kami fokus pada peningkatan badan jalan. Ini krusial agar akses ekonomi masyarakat tidak terputus saat musim hujan,” ungkap Junaidi pada Selasa (10/2/2026).
Selain jalan utama, DPUPR Berau juga membangun infrastruktur pendukung sepanjang 24.177 meter, meliputi drainase, dinding penahan tanah (DPT), dan box culvert untuk menjamin ketahanan jalan.
Pemanfaatan Dana Inpres dan Bankeu Provinsi
Beberapa titik strategis yang mendapatkan sentuhan konstruksi rigid (beton) antara lain:
-
Jalan Poros Labanan–Pandan Sari dan Jalan Cut Nyak Dien.
-
Ruas Buyung-Buyung–Semurut (Anggaran Inpres Rp41 Miliar).
-
Ruas Simpang Lenggo–Sangkulirang (Anggaran Inpres Rp27 Miliar).
Tantangan Anggaran 2026: APBD Dipangkas 60 Persen
Meski sukses besar di tahun 2025, tantangan berat menanti di tahun anggaran 2026. Junaidi menyebutkan adanya potensi pemangkasan APBD hingga 60 persen. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk lebih proaktif mencari dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan pusat.
“Kami akan lebih agresif mencari pendanaan alternatif. Dukungan pusat dan provinsi sangat kami harapkan agar tren positif infrastruktur Berau ini tetap berlanjut meskipun ada keterbatasan fiskal,” pungkasnya.





