NUSANTARA TERKINI — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, memberikan sinyal kuat terkait percepatan pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan di IKN.
Hal ini terungkap usai pertemuan strategis dengan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (6/4/26).
Pertemuan yang diawali dengan agenda halal bihalal tersebut dimanfaatkan kedua tokoh untuk membahas sejumlah isu krusial.
Fokus utamanya adalah memastikan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah guna mendukung kelancaran proyek strategis nasional tersebut.
Basuki memaparkan bahwa saat ini pembangunan fisik untuk lembaga-lembaga tinggi negara terus menunjukkan progres signifikan.
Gedung perkantoran bagi lembaga yudikatif dan legislatif tercatat sudah mulai dikerjakan sejak tahun lalu sebagai bagian dari fondasi utama pemerintahan.
Fokus Hunian ASN dan Infrastruktur Vital
Meski gedung perkantoran mulai berdiri, Basuki mengakui masih ada tantangan besar yang harus segera dituntaskan, yakni penyediaan hunian bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Sektor ini menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan dimulainya aktivitas pemerintahan secara masif.
“Jadi yang kita kejar sekarang adalah huniannya. Kita pastikan setelah rekomendasi teknis (rekomtek) dari Kementerian PU diterbitkan, pembangunan hunian akan segera ditindaklanjuti,” tegas Basuki.
Sinergi dengan Pemprov Kaltim dinilai sangat penting dalam tahap ini, terutama terkait dukungan logistik dan koordinasi kewilayahan agar pembangunan hunian tidak menemui kendala di lapangan.
Fasilitas Wakil Presiden Siap Digunakan
Selain membahas hunian ASN dan kantor lembaga tinggi, Basuki juga memastikan kesiapan fasilitas bagi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Hal ini merespons keinginan Wapres yang sebelumnya sempat menyatakan niat untuk mulai berkantor di IKN.
Menurutnya, seluruh fasilitas pendukung operasional untuk kantor Wakil Presiden sudah disiapkan sejak awal dan kini dalam kondisi siap pakai.
Kesiapan ini menjadi bukti bahwa kawasan inti pemerintahan mulai bertransformasi dari sekadar lokasi proyek menjadi pusat aktivitas kenegaraan yang fungsional.
Melalui kolaborasi erat antara OIKN dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, diharapkan seluruh target pembangunan di kawasan inti dapat tercapai tepat waktu, sekaligus memberikan dampak positif bagi konektivitas pembangunan di wilayah penyangga.(*/Rusdiono/NT)





