Waspada! 42 anak di Berau Suspek Campak, Terbanyak di Sambaliung

diterbitkan: Sabtu, 14 Maret 2026 08:00 WITA
Foto: Ilustrasi imunisasi campak oleh petugas kesehatan kepada anak-anak.

NUSANTARA TERKINI – Kabupaten Berau kini berpacu dengan waktu untuk mencegah masuknya wabah campak dari berbagai kota tetangga di Kaltim.

Meski mencatat tidak ada kasus positif sepanjang tahun ini, ancaman penularan masih mengintai anak-anak di Bumi Batiwakkal.

Kewaspadaan tertinggi saat ini difokuskan pada Kecamatan Sambaliung. Menurut data Dinas Kesehatan, di Sambaliung saat ini dari 42 anak yang suspek campak se Kabupaten Berau, wilayah ini tercatat paling banyak.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Berau Suhartini menyebut, wsecara umum Berau masih aman dibandingkan Balikpapan dan Bontang. Ia menekankan perlunya peningkatan cakupan imunisasi agar wabah tidak menyebar.

Baca juga  Ironi Pengangguran Berau: 500 Lowongan Sawit "Dicuekin", Padahal Masuk Tambang Makin Susah

“Alhamdulillah di Kabupaten Berau tidak masuk ya,” jelasnya pada Sabtu (14/3/26).

Ia menambahkan, dua kota tetangga yang telah terpapar wabah wajib mengebut program imunisasi. Berau sendiri telah berhasil menyembuhkan dua pasien positif di Kecamatan Batu Putih, serta menurunkan angka suspek campak dari 105 orang pada akhir tahun lalu.

Ancaman Penolakan Vaksin

Baca juga  16 Calon PPPK Absen Saat Tes Seleksi Kompetensi Tahap II, BKPSDM Berau Terima Alasan Beragam

Pemerintah daerah kini menggencarkan edukasi kesehatan secara langsung melalui puskesmas maupun kampanye media sosial. Langkah pencegahan ini sangat mendesak karena masih ada kelompok masyarakat yang menolak pemberian vaksin bagi anak mereka.

Suhartini berharap, warga menyadari pentingnya perlindungan sejak dini untuk membentuk kekebalan komunal. Hal ini menjadi kunci agar generasi muda terhindar dari ancaman penyakit menular.

“Kita berharapnya bahwa masyarakat, kesadaran masyarakat untuk imunisasi untuk kampanye bagi anaknya,” ungkapnya.

Baca juga  Speedboat Dihantam Ombak Hingga Pecah, 12 Penumpang dari Maratua Berhasil Selamat dari Maut

Ia mengingatkan, penyakit campak sebenarnya adalah virus lama yang muncul kembali akibat sentimen anti vaksin di tengah masyarakat.

Warga juga diminta disiplin memakai masker dan menghindari paparan udara dari orang yang bersin atau batuk.

Pemerintah menyatakan tanggung jawab menjaga keselamatan kelompok rentan ini bukan hanya beban keluarga tetapi juga kewajiban lingkungan sekitar.

“Kita berharap agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan anaknya, bukan hanya anak, tapi masyarakat juga,” jelasnya.(*)

Bagikan:
Berita Terkait