Gandeng Satgas Saber, Bulog Berau Pastikan Tak Ada Spekulan Harga Jelang Idulfitri

diterbitkan: Selasa, 24 Februari 2026 06:18 WITA
Bulog Berau bersama tim gabungan saat sidak pasar Sangggam Adji Dilayas.

NUSANTARA TERKINI– Perum Bulog Cabang Berau memperketat pengawasan distribusi pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menggandeng Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber), Bulog melakukan monitoring intensif untuk menutup celah bagi spekulan yang ingin memainkan harga.

Langkah preventif ini dilakukan sejak pertengahan Ramadan, Selasa (24/2/26). Tim gabungan menyisir sejumlah distributor dan titik penjualan bahan pokok strategis di Kabupaten Berau. Fokus utama pengawasan tertuju pada komoditas beras dan minyak goreng yang kerap menjadi objek permainan harga saat permintaan tinggi.

Baca juga  Produksi Terasi Kampung Buyung-Buyung Mulai Beroperasi, Diskoperindag Berau Dorong Kolaborasi Antarkampung

Kepala Perum Bulog Cabang Berau, Lucky Ali Akbar, menegaskan bahwa monitoring ini bukan sekadar formalitas. Pihaknya ingin memastikan rantai distribusi berjalan lancar tanpa hambatan dari oknum tidak bertanggung jawab.

“Kami berharap, dengan sinergi antara Bulog, distributor, dan instansi terkait, stabilitas harga sembako di Kabupaten Berau tetap terjaga hingga Idulfitri,” ujar Lucky.

Baca juga  Dorong Peningkatan Kualitas Panen Petani Lokal, DPRD Sambut Baik Langkah Bulog

Antisipasi Penimbunan

Pengawasan ketat ini bertujuan mengantisipasi potensi penimbunan barang yang bisa memicu kelangkaan dan lonjakan harga tak wajar. Bulog memperingatkan para pedagang dan distributor untuk tidak menahan stok demi keuntungan sepihak.

Di sisi lain, Lucky menjamin ketersediaan pasokan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Berau hingga lebaran nanti.

“Untuk ketersediaan sampai dengan HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional), stok sangat mencukupi, terutama beras dan minyak. Masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Baca juga  Pemkab Kutai Barat Pastikan, TPP Guru Tidak Dipangkas Tahun 2026

Wajib Patuhi HET

Dalam inspeksi tersebut, tim juga memeriksa kepatuhan pedagang terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET). Khusus untuk Beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng merek Minyakita, penjualan di atas HET tidak akan ditoleransi.

“Beras SPHP dan Minyakita dijual sesuai HET pemerintah. Ini sebagai bentuk komitmen dalam menjaga daya beli masyarakat,” pungkas Lucky.

 

Topik:
Bagikan:
Berita Terkait