Demi Jaga Kelestarian Alam, Disbudpar Berau Ajak Pelancong Jadi Wisatawan Cerdas

diterbitkan: Rabu, 11 Maret 2026 09:38 WITA
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir.

NUSANTARA TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau meluncurkan ajakan bagi para pelancong untuk menjadi “wisatawan cerdas” selama berkunjung ke berbagai destinasi unggulan di Bumi Batiwakkal.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan potensi pariwisata daerah tetap terjaga dan dapat dinikmati dalam jangka panjang melalui perilaku yang menghormati lingkungan sekitar.

Plt Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, menekankan bahwa kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan sangatlah vital.

Menurutnya, perilaku wisatawan memegang peranan besar dalam menjaga ekosistem alam maupun situs budaya yang menjadi magnet utama pariwisata di Kabupaten Berau.

“Wisatawan diharapkan tidak hanya datang menikmati keindahan alam, tetapi juga ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” ujar Samsiah, Rabu (11/3/2026).

Baca juga  Bukan Kurang Populer, Wisata Darat Jadi Surga Tersembunyi Bagi Pencinta Alam

Samsiah menjelaskan, ada berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjadi wisatawan yang bertanggung jawab.

Mulai dari disiplin tidak membuang sampah sembarangan, menahan diri untuk tidak memberi makan satwa liar, hingga menjaga jarak agar tidak mengganggu habitat asli hewan di kawasan wisata.

Selain itu, wisatawan sangat dilarang untuk merusak tanaman maupun terumbu karang.

Kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di setiap destinasi, termasuk menjaga keutuhan situs atau cagar budaya, menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pengunjung.

Baca juga  Hidupkan Sosok Raja Alam Lewat Karya Film

“Hal-hal seperti menyentuh terumbu karang atau merusak situs budaya tentu dapat berdampak pada kelestarian objek wisata itu sendiri,” tegasnya.

Dalam upaya menekan volume sampah, Disbudpar juga mengingatkan wisatawan untuk meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai.

Para pelancong sangat dianjurkan membawa botol minum serta tas belanja sendiri sebagai langkah nyata pelestarian lingkungan di kawasan wisata.

Bagi mereka yang tertarik melakukan wisata minat khusus, seperti penjelajahan kawasan alam perawan, Samsiah mendorong penggunaan jasa pemandu lokal.

Kehadiran pemandu tidak hanya menjamin keamanan dan akurasi informasi bagi wisatawan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi.

Baca juga  Disbudpar Berau Gandeng Pokdarwis Rancang Paket Wisata Terintegrasi dari Bandara hingga Pelosok Kampung

“Dengan menggunakan pemandu lokal, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman yang lebih aman sekaligus membantu masyarakat di sekitar destinasi wisata,” katanya.

Melalui edukasi ini, Disbudpar berharap kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan terus meningkat demi perkembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Semangat “wisatawan cerdas” diharapkan menjadi budaya baru bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di keindahan alam Berau.

“Jadilah wisatawan yang seru, sopan, dan bertanggung jawab. Dengan begitu destinasi wisata kita tetap terjaga dan bisa dinikmati generasi berikutnya,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait