Dampak Musim Kemarau 2026 Terhadap Ternak di Kaltim, Waspadai Gejala “Heat Stress”

diterbitkan: Rabu, 8 April 2026 09:00 WITA
Kemarau Kaltim
Peternakan sapi yang ada di Kabupaten Berau. (Foto: Zuhri/NT)

NUSANTARA TERKINI – Perubahan cuaca ekstrem memasuki musim kemarau menjadi tantangan serius bagi sektor peternakan di Kalimantan Timur.

Paparan suhu tinggi yang terus-menerus dilaporkan mulai memengaruhi kondisi fisik hewan ternak, terutama risiko terjadinya heat stress atau stres panas.

Fungsional Medik Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim, Maulana Firmansyah, menjelaskan bahwa suhu udara yang melonjak dapat memicu dehidrasi akut.

Jika tidak diantisipasi, kondisi ini akan menurunkan daya tahan tubuh hewan secara drastis.

“Kendala utama pada ternak saat kemarau adalah suhu tinggi yang memicu penurunan kondisi tubuh. Saat ternak mengalami kepanasan atau heat stress, mereka menjadi sangat rentan terserang penyakit,” ujar Maulana, Rabu (8/4/2026).

Baca juga  Rudy-Seno Resmi Pimpin Kaltim, Komitmen Wujudkan Janji Kampanye

Penyakit Mengintai Saat Imun Menurun

Menurunnya imunitas akibat cuaca panas menjadi pintu masuk bagi berbagai agen penyakit. DPKH Kaltim mencatat beberapa penyakit yang patut diwaspadai di antaranya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Jembrana pada sapi Bali, hingga Lumpy Skin Disease (LSD).

Selain penyakit infeksius, serangan parasit seperti cacingan juga cenderung meningkat selama musim kering.

Baca juga  Nostalgia Kursi Ulin, Bioskop Tua Teluk Bayur Berdenyut Lagi

Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan yang mendukung siklus hidup parasit tertentu sementara kondisi inang (ternak) sedang dalam keadaan lemah.

“Hingga saat ini kondisi ternak di wilayah Kaltim sebenarnya masih relatif stabil. Namun, pengawasan melalui surveilans terus kami perkuat agar tidak terjadi lonjakan kasus yang signifikan,” imbuhnya.

Tips Mitigasi untuk Peternak

Untuk menekan risiko kematian dan kerugian ekonomi, peternak diimbau melakukan langkah-langkah mitigasi mandiri di kandang.

Kecukupan air minum bersih yang tersedia setiap saat menjadi prioritas utama untuk mencegah dehidrasi.

Baca juga  Empat Bulan Pertama 2025, Luas Panen Padi di Kaltim Diprediksi Alami Kenaikan hingga 20 Persen

Selain itu, pengaturan ventilasi kandang yang baik sangat diperlukan agar sirkulasi udara tetap lancar dan suhu di dalam ruangan tidak terlalu menyengat.

Peternak juga disarankan untuk tidak memaksakan ternak beraktivitas atau digembalakan di bawah terik matahari langsung pada jam-jam puncak panas.

Pemerintah Provinsi melalui DPKH juga terus mengintensifkan cakupan vaksinasi, khususnya untuk PMK dan LSD. Langkah ini diambil guna memastikan populasi ternak di Kaltim memiliki perlindungan tambahan di tengah ancaman cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Agustus mendatang.(*/Rusdiono/NT)

Bagikan:
Berita Terkait