NUSANTARA TERKINI — Lonjakan harga avtur dunia mulai berdampak serius pada mobilitas transportasi udara di Kabupaten Berau.
Sejumlah maskapai terpaksa melakukan penyesuaian jadwal hingga pembatalan penerbangan dari dan menuju Bandara Kalimarau akibat membengkaknya beban operasional.
Kepala Bandara Kalimarau Berau, Patah Atabri, membenarkan adanya gangguan jadwal penerbangan tersebut pada Kamis (9/4/26) kemarin.
Menurutnya, kenaikan harga bahan bakar pesawat memaksa maskapai menata ulang tarif dan frekuensi terbang demi menjaga efisiensi perusahaan.
“Info dari manajemen Lion Group, penerbangan Batik Air yang ke Berau sementara hanya dioperasikan pada hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu. Hal ini dikarenakan masih adanya penyesuaian tarif akibat dampak kenaikan avtur,” jelas Patah Atabri.

Pembatalan Rute Jakarta dan Surabaya
Penyesuaian jadwal ini berdampak langsung pada konektivitas Berau dengan kota-kota besar. Maskapai Batik Air terpaksa membatalkan sejumlah jadwal menuju Surabaya dan Jakarta pada hari-hari di luar jadwal operasional sementara yang telah ditetapkan.
Selain faktor avtur, maskapai Sriwijaya Air rute Berau menuju Balikpapan juga terpantau melakukan pembatalan. Namun, khusus untuk Sriwijaya Air, hal ini disebabkan oleh rendahnya tingkat keterisian penumpang karena sedang memasuki masa low season.
“Situasi kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia menyebabkan kenaikan harga avtur yang memicu penyesuaian harga tiket pesawat udara di seluruh Indonesia, bahkan dunia,” tambahnya.
Imbauan Refund dan Reschedule
Mengingat banyaknya pembatalan jadwal secara mendadak, pihak otoritas bandara meminta calon penumpang untuk secara aktif mengecek status penerbangan melalui aplikasi maskapai masing-masing.
Masyarakat yang terdampak pembatalan disarankan segera melakukan koordinasi dengan pihak maskapai untuk proses pengembalian dana (refund) atau pengaturan ulang jadwal (reschedule).
Pihak maskapai biasanya memberikan opsi pemindahan jadwal ke hari operasional terdekat (Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu) tanpa dikenakan biaya tambahan, selama kursi masih tersedia.
Calon penumpang juga diharapkan datang lebih awal ke bandara atau menghubungi layanan pelanggan jika memerlukan bantuan teknis terkait tiket mereka.
Hingga saat ini, pihak Bandara Kalimarau terus memantau perkembangan situasi dan berharap kondisi harga avtur dunia segera stabil.
Hal ini penting agar frekuensi penerbangan dari dan menuju Bumi Batiwakkal dapat kembali normal untuk melayani kebutuhan masyarakat dan sektor pariwisata.(*/Andrikni/NT)





