Atasi Banjir Kota, Pemkab Berau Kucurkan Rp20 Miliar untuk Sambungkan Drainase Singkuang

diterbitkan: Senin, 13 April 2026 08:43 WITA
Genangan akibat hujan deras di Jalan P Diponegoro. (Foto: Grup Whatsapp

NUSANTARA TERKINI — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengambil langkah serius dalam menuntaskan permasalahan genangan air yang kerap mengepung pusat kota.

Anggaran sebesar Rp20 miliar telah disiapkan untuk memastikan sistem drainase di titik-titik krusial saling terhubung tahun ini.

Fokus utama pengerjaan fisik akan menyasar kawasan Jalan Singkuang hingga Jalan Murjani III. Proyek ini menjadi prioritas karena kawasan tersebut merupakan bagian dari sub daerah aliran sungai (sub DAS) seluas 218 hektare yang memiliki risiko genangan tinggi saat hujan deras.

Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Berau, Hendra Pranata, menyatakan bahwa pengerjaan interkoneksi drainase ini merupakan kelanjutan dari program tahun lalu. Saat ini, proses lelang pengerjaan telah rampung dilakukan.

Baca juga  Bupati Harap RSB Benar-benar Diperuntukkan untuk Mustahik

“Tahun ini interkoneksi drainase akan kami tuntaskan melalui lanjutan pembangunan yang saat ini proses tendernya telah selesai,” ungkap Hendra.

Segera Masuk Tahap Pengerjaan Fisik

Dengan tuntasnya proses tender, pengerjaan fisik di lapangan dipastikan akan segera dimulai dalam waktu dekat. Proyek ini bertujuan menyambungkan saluran drainase di Jalan Singkuang yang sebelumnya belum sepenuhnya terkoneksi akibat kendala teknis.

Baca juga  APBD-P Berau 2025 'Banjir' Catatan DPRD, Bupati Sri Sebut Fungsi Kontrol Jalannya Roda Pemerintahan

Penyambungan ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mempercepat aliran air menuju pembuangan akhir, sehingga ruas jalan protokol seperti Jalan Murjani III dan Jalan Gatot Subroto tidak lagi menjadi langganan banjir sesaat.

“Luasnya daerah tangkapan air menjadi faktor utama risiko genangan. Dengan selesainya interkoneksi ini, kapasitas buang saluran akan jauh lebih optimal,” tambahnya.

Normalisasi Sungai di Wilayah Perkampungan

Selain fokus di area perkotaan, Pemkab Berau juga tengah menyusun strategi untuk mengatasi masalah serupa di wilayah perkampungan.

Baca juga  Bupati Sri Tegaskan Pemkab Berau Komitmen Kelola Sampah Secara Maksimal

Beberapa titik rawan seperti Kampung Buyung-Buyung, Kampung Gurimbang, hingga sejumlah kampung di Kecamatan Talisayan masuk dalam radar penanganan.

Untuk wilayah di luar kota tersebut, pemerintah sedang mengkaji solusi teknis berupa pembangunan tanggul serta normalisasi sungai.

Langkah ini diambil guna meminimalisir dampak luapan air sungai yang sering merendam pemukiman warga saat intensitas hujan meningkat.

Komitmen anggaran Rp20 miliar ini diharapkan menjadi awal dari tuntasnya masalah infrastruktur dasar di Berau, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat saat memasuki musim penghujan.(*/Andrikni/NT)

Bagikan:
Berita Terkait