NUSANTARA TERKINI — Gunung Hantu di Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk, kini melirik potensi wisata minat khusus.
Destinasi ini menawarkan jalur pendakian yang menantang namun tetap aman bagi para pemula.
Puncaknya berada pada ketinggian 683 meter di atas permukaan laut dengan suasana hutan yang masih sangat asri.
Plt Kepala Kampung Teluk Sumbang, Badri, menjelaskan, jalur pendakian tersebut tidak tergolong ekstrem.
Kondisi puncak gunung ini memang berbeda karena tidak sepenuhnya terbuka seperti gunung lainnya.

Tegakan pohon besar yang belum terjamah masih mendominasi area di sekitar puncak tersebut.
“Mungkin kalau di tempat-tempat lain kita sampai puncak kita bisa lihat sekeliling. Kalau di sana tegakannya, pohon-pohonnya masih besar, karena memang belum terjamah,” ungkap Badri.
Pemerintah kampung berencana membuka sedikit celah di puncak untuk menyuguhkan pemandangan laut lepas.
Dari titik ini, pendaki nantinya bisa melihat Pulau Kaniungan Besar dan Kaniungan Kecil secara jelas.
Kawasan Bidukbiduk serta momen matahari terbenam juga menjadi daya tarik utama dari ketinggian tersebut.
Perjalanan menuju puncak membutuhkan waktu sekitar empat jam dari gerbang pendakian Gunung Hantu.
Pendaki disarankan berangkat pagi hari agar bisa mencapai titik tertinggi pada siang hari.
“Kalau kita mau sampai puncak, kita berangkat pagi jam 7-an atau jam 8, sekitar jam 11 atau jam 12 sudah sampai,” jelasnya.
Hutan Gunung Hantu merupakan rumah bagi berbagai fauna seperti rusa dan aneka jenis burung.
Meski belum dibuka secara resmi, siapa pun sudah diperbolehkan mencoba sensasi mendaki di sini.
Namun, pendaki wajib didampingi pemandu lokal untuk menjaga keamanan selama berada di dalam hutan.
Kondisi kabut yang tebal dan jalur yang belum jelas membuat pendampingan masyarakat lokal sangat krusial.
Wisatawan diminta menghubungi Pokdarwis setempat sebelum memulai pendakian demi menghindari risiko tersesat.
“Kalau pemandu lokal sudah tahu jalur, sudah ada titik-titiknya itu. Jadi kalau untuk jalan sendiri, kami belum rekomendasikan,” tegas Badri.
Pemerintah kampung berupaya menyusun paket wisata lengkap, termasuk potensi bunga raflesia yang ada di sana.
Teluk Sumbang diharapkan semakin dikenal karena kekayaan alamnya yang luar biasa di ujung selatan Berau.
Potensi daerah ini mencakup keindahan kepulauan, laut, hutan, hingga pegunungan yang menawan.
Badri berharap masyarakat dan Pokdarwis dapat mengelola aset ini secara profesional ke depannya.
Dukungan promosi dari dinas terkait dan media sangat dibutuhkan agar pemasaran wisata semakin luas.
“Jadi harapan kami ke depan ini oleh masyarakat, oleh pokdarwis, itu bisa dikelola dengan baik, dibuat paket wisatanya dengan baik,” pungkasnya. (Adv)





