Penginapan di Derawan Hingga Maratua Penuh, Disbudpar Berau Minta Wisatawan Pesan Jauh Hari

diterbitkan: Jumat, 27 Maret 2026 07:06 WITA
Penginapan yang dibangun di kawasan Pulau Maratua (IST)

NUSANTARA TERKINI — Tren pariwisata di Kabupaten Berau terus menunjukkan grafik peningkatan yang sangat signifikan. 

Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengapresiasi peran para influencer dan media dalam mempromosikan keindahan Bumi Batiwakkal. 

Informasi mengenai potensi wisata daerah kini telah terserap dengan sangat baik oleh wisatawan dari luar daerah.

Namun, popularitas yang meroket ini membawa tantangan tersendiri terkait ketersediaan akomodasi saat musim libur panjang. 

Banyaknya kunjungan sering kali melampaui kapasitas normal penginapan yang tersedia di titik-titik unggulan. 

Koordinasi antarpihak terus ditingkatkan untuk memastikan kenyamanan para pelancong yang datang berkunjung.

“Jadi informasi itu alhamdulillah tersampaikan kepada wisatawan luar,” ungkap Samsiah.

Pentingnya Perencanaan dan Budaya Pesan Awal

Baca juga  Ancur Paddas hingga Kalampuri, Strategi Disbudpar Berau Pikat Wisatawan Lewat Kelezatan Kuliner Lokal

Menanggapi fenomena wisatawan tidur di masjid, Samsiah menjelaskan, Bidukbiduk sebenarnya memiliki sekitar 78 akomodasi.

Kapasitas tersebut biasanya mencukupi kebutuhan pasar saat masa kunjungan normal atau low season. 

Masalah muncul ketika wisatawan datang tanpa melakukan pemesanan tempat tinggal terlebih dahulu.

Destinasi populer seperti Bidukbiduk, Derawan, dan Maratua kini mewajibkan pemesanan penginapan dilakukan jauh-jauh hari. 

Hal ini sangat penting karena seluruh kamar biasanya sudah terpesan habis saat memasuki periode libur panjang. 

Wisatawan sangat disarankan untuk lebih teliti dalam merencanakan perjalanan mereka ke Berau.

“Seperti Bidukbiduk, Derawan, Maratua itu booking-nya jauh-jauh hari. Jadi penginapan sudah di-booking semua ya,” ujarnya.

Inisiatif Homestay Dadakan dan Keramahan Warga

Baca juga  Antisipasi Lonjakan Pengunjung, Frontliner Disbudpar Berau Siaga di Dermaga Sanggam Sampai Hari Kelima Lebaran

Guna menyiasati membeludaknya pengunjung, Pokdarwis setempat telah menyediakan fasilitas tambahan berupa unit glamping serta belasan tenda sewa. 

Namun, seluruh fasilitas tambahan tersebut juga langsung habis terpesan dalam waktu yang sangat singkat. 

Kondisi ini memicu munculnya inisiatif homestay dadakan dari masyarakat lokal di sekitar lokasi wisata.

Warga dengan tangan terbuka menyewakan kamar-kamar pribadi mereka untuk menampung para tamu yang sempat terlantar. 

Penjabat Kepala Kampung setempat bahkan telah mengimbau masyarakat untuk siap siaga membantu para pelancong. 

Wisatawan yang kesulitan bisa langsung melapor ke kepala kampung untuk mendapatkan arahan tempat berteduh.

“Warga sudah welcome sekali sampai rumah-rumah mereka sudah siap dijadikan homestay dadakan,” jelas Samsiah.

Baca juga  Pemkab Berau Gelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Kepala Kampung

Kondisi Kondusif dan Evaluasi Manajemen Pengunjung

Samsiah mencatat, keberadaan kelompok backpacker juga memengaruhi fenomena penuhnya ruang publik di area wisata. 

Meski terjadi lonjakan besar, secara keseluruhan kondisi di titik wisata unggulan tetap diklaim kondusif dan tertib. 

Lonjakan ini dipandang sebagai sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Berau.

Pemerintah akan terus memperkuat manajemen arus pengunjung agar kejadian serupa dapat diantisipasi lebih baik lagi ke depannya. 

Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan kesadaran pengunjung menjadi kunci terciptanya ekosistem pariwisata yang nyaman. 

Evaluasi menyeluruh tetap dilakukan demi menjaga reputasi Berau sebagai destinasi wisata unggulan.

“Tapi sejauh ini masih terkendali, masih tertib seperti itu,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait