NUSANTARA TERKINI – Teka-teki mengenai sikap politik Partai NasDem terkait wacana penggunaan hak angket di DPRD Kalimantan Timur akhirnya menemui titik terang.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Kaltim, Celni Pita Sari, menegaskan bahwa dukungan yang sempat mencuat beberapa waktu lalu belum bisa dikategorikan sebagai keputusan resmi organisasi.
Hingga saat ini, NasDem masih dalam posisi menanti hasil komunikasi politik secara menyeluruh di internal fraksi sebelum menetapkan sikap final.
Tunggu Komunikasi dengan PAN
Celni menjelaskan bahwa setiap langkah strategis yang diambil harus melewati mekanisme koordinasi yang matang, terutama karena NasDem tergabung dalam fraksi gabungan bersama Partai Amanat Nasional (PAN) di DPRD Kaltim.
Kesamaan persepsi antara kedua partai menjadi syarat mutlak sebelum hak angket benar-benar digulirkan.
“Kita masih mau coba komunikasi dulu sama PAN-nya. Belum ada keputusan resmi partai karena pertemuan formal antar kedua partai terkait hal ini memang belum terlaksana,” ujar Celni saat ditemui awak media di Samarinda.
Kehati-hatian ini diambil agar keputusan yang lahir nantinya benar-benar mencerminkan sikap politik bersama di tingkat fraksi, bukan sekadar sikap sepihak yang bisa memicu disharmoni.
Kendala Teknis Koordinasi Internal
Belum optimalnya komunikasi antara NasDem dan PAN di Karang Paci (sebutan DPRD Kaltim) disebabkan oleh beberapa kendala teknis.
Celni membeberkan bahwa agenda kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah yang dilakukan sejumlah anggota legislatif membuat pertemuan pleno fraksi tertunda.
Selain faktor kunker, kondisi internal NasDem di legislatif saat ini juga tengah mengalami masa transisi. Dari tiga kursi yang dimiliki, hanya dua anggota yang aktif bertugas sementara satu kursi lainnya masih dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW).
“Jumlah PAN memang lebih banyak daripada NasDem di fraksi gabungan. Apalagi satu kader NasDem masih proses PAW, jadi kita tinggal dua orang yang aktif. Itulah mengapa koordinasi dengan pimpinan fraksi dan PAN menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Utus Kader Senior untuk Konsolidasi
Guna mempercepat penetapan sikap partai, NasDem telah meminta kader senior mereka, Arfan, untuk segera kembali ke Samarinda dari Kutai Timur. Kehadiran Arfan dinilai krusial untuk membuka jalur komunikasi intensif dengan jajaran pimpinan PAN.
Celni menekankan bahwa NasDem tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan politik yang berdampak besar pada kebijakan anggaran Pemprov Kaltim tersebut.
“Kita minta Pak Arfan balik cepat. Setelah ada komunikasi formal dengan PAN, barulah nanti kita bisa sampaikan ke publik apa keputusan resmi dari NasDem terkait hak angket ini,” pungkasnya.(Fatur/NT)






