Panduan Petualangan ke Merabu Berau, Nikmati Sensasi Berenang di Air Toska Danau Nyadeng hingga Mendaki Puncak Ketepu

diterbitkan: Minggu, 3 Mei 2026 11:05 WITA
Danau Nyadeng di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay. (IST)
Danau Nyadeng di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay. (IST)

NUSANTARA TERKINI — Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, menawarkan pengalaman wisata alam yang luar biasa di kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang masih sangat alami. 

Petualangan sesungguhnya menuju Danau Nyadeng diawali dengan menggunakan perahu, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri lahan becek serta melewati jembatan kayu ulin sepanjang hampir satu kilometer. 

Jalur trekking tersebut berada tepat di tengah hutan lebat dengan pepohonan tinggi menjulang yang membuat suasana sekitar terasa sangat sejuk.

Di ujung jembatan ulin tersebut, rasa lelah pengunjung akan langsung terbayar saat disambut oleh bentangan Danau Nyadeng yang memiliki air berwarna hijau toska nan jernih. 

Destinasi eksotis ini berada di dalam kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang membentang luas melintasi Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur, dengan total luas mencapai sekitar 1,8 juta hektar. 

Baca juga  Luxury villas for rent in bali for groups: layouts, privacy, and seamless transfers
Puncak Ketepu di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay.
Puncak Ketepu di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay. (Foto: Instagram Kelay Asik)

Aliran air jernih pada danau ini sendiri dipasok langsung dari pegunungan karst yang berdiri kokoh di sekelilingnya.

Kepala Kampung Merabu, Asrani, menjelaskan, Danau Nyadeng bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan memiliki nilai budaya yang sangat mendalam bagi masyarakat Dayak Lebo yang telah mendiami kampung tersebut secara turun-temurun. 

Asal-usul nama Nyadeng diserap dari bahasa lokal, di mana kata “Nya” memiliki arti satu dan “Deng” berarti paling ujung.

“Kurang lebih artinya sebuah danau yang dalam,” tutur Asrani.

Setiap pengunjung pada dasarnya diperbolehkan untuk mandi atau berenang menikmati kesegaran Danau Nyadeng.

Baca juga  Bukan Sekadar Penjaga Resort, Objek Wisata Air Berau Butuh Lifeguard Awasi Keselamatan Pengunjung

Namun dengan catatan harus mematuhi sejumlah aturan ketat yang berlaku, di antaranya dilarang keras menggunakan sabun dan tidak boleh membuang sampah ke dalam danau. 

Guna menunjang kenyamanan, di sekitar lokasi wisata telah tersedia fasilitas berupa gazebo, area berkemah, kamar mandi umum, serta spot swafoto yang disiapkan oleh pengelola. 

Selain itu, pengelola juga menyediakan jasa persewaan sejumlah perlengkapan penunjang aktivitas wisata alam bagi para pelancong.

“Satu rombongan tiga orang bisa menginap dengan satu pemandu, biayanya Rp640 ribu. Kedalaman danau pernah kami ukur, tali 30 depa atau sekitar 54 meter belum menyentuh dasar,” ungkap Asrani.

Puas menikmati keindahan danau, wisatawan yang menyukai tantangan dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju Puncak Ketepu, sebuah puncak karst yang menjulang setinggi sekitar 400 meter di atas permukaan laut. 

Baca juga  Kerajinan Lokal Berau 'Unjuk Gigi' di Event Nasional, Bupati Sri Tegaskan Komitmen Angkat Derajat Pelaku UMKM

Meskipun secara ukuran tidak terlalu tinggi, jalur pendakian menuju lokasi ini terbilang cukup terjal dan licin, terutama setelah kawasan tersebut diguyur hujan.

Durasi pendakian normal biasanya memakan waktu perjalanan sekitar dua jam. 

Pada beberapa titik ekstrem, para pendaki bahkan harus dibantu dengan menggunakan seutas tali pengaman khusus untuk bisa melewati jalur berbatu yang curam. 

Namun, semua usaha keras itu akan terbayar lunas ketika sampai di atas, di mana dari puncak tertinggi ini hamparan hutan hijau Kampung Merabu dan deretan bukit karst berbentuk kerucut yang megah akan terlihat membentang dengan sangat jelas. (Adv)

Bagikan:
Berita Terkait